Kampusiana

Mengabdi Sepenuh Hati di Bina Desa Agroteknologi

Panitia Bina Desa Agroteknologi berfoto bersama siswa-siswi SD usai memberikan pengenalan teknologi pertanian, Sabtu (10/12/2016) di Desa Pasir Biru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang (Dok.Pribadi)

Panitia Bina Desa Agroteknologi berfoto bersama siswa-siswi SD usai memberikan pengenalan teknologi pertanian, Sabtu (10/12/2016) di Desa Pasir Biru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang (Dok.Pribadi)

SUAKAONLINE.COM, Sumedang — Himpunan Mahasiswa jurusan Agroteknologi UIN SGD Bandung mengadakan kegitan Bina Desa Agroteknologi di Desa Pasir Biru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang bertajuk ‘Mengabdikan Diri Sepenuh Hati di Bumi Agraris’ yang berlangsung dari 8 hingga 12 Desember 2016.

Menurut ketua pelaksana, Siti Aisyah Sukma Aji Kurniasih, tujuan penyelenggaraan Bina Desa adalah sebagai wadah bagi mahasiswa jurusan Agroteknologi mengabdikan diri dan mengaplikasikan teori akademik ke masyarakat secara langsung. Selain itu, kegiatan tersebut guna meningkatkan kepedulian mahasiswa Agroteknologi terhadap lingkungan, sosial dan pertanian.

“Kami juga mengadakan diskusi permasalahan pertanian yang ada, dan kami coba cari solusi kegiatan selanjutnya dengan memberikan bantuan yang lebih baik,” tambahnya.

Siti Aisyah mengatakan, selama lima hari, kegiata tersebut diisi dengan berbagai agenda kegiatan. Di antaranya senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba paper, pengenalan teknologi pertanian kepada siswa SD, pengajian, pawai obor, diskusi bersama aparat desa dan kelompok tani, penanaman 1000 pohon dan makrab bersama karang taruna desa setempat. “Karena masyarakat sudah berpartisipasi di kegiatan kita, kita juga ikut partisipasi di acara maulid nabi di sana,” ujarnya.

Melalui kegiatan Bina Desa, Siti Aisyah berharap mahasiswa Agroteknologi memiliki semangat dalam mencari ilmu dan terus memberikan ide-ide dalam memecahkan massalah-masalah pertanian di daerah tersebut. Selain itu, mahasiswa menjadi lebih peduli terhadap petani dan keluarga taninya.

“Kami berharap bisa mendapat kesempatan lagi untuk membina desa tersebut, karena tujuan kami adalah menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap mahasiswa semester lima itu.

Baca juga:  Hijrah Lalu Istiqomah

Reporter : Ibnu Fauzi

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas