Infografis

Uang Baru Diklaim Redam Peredaran Uang Palsu

Desain : SUAKA / Ismail Abdurrahman Azizi

SUAKAONLINE.COM, Infografis — Pecahan uang baru yang yang dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dianggap mampu mengurangi tingkat peredaran uang palsu yang mencapai 319,681 lembar pada tahun 2015. Bank Indonesia mengklaim uang rupiah baru akan sulit dipalsukan karena memiliki enam kelebihan pada desainnya.

Tindakan kejahatan pemalsuan uang sudah dianggap mengkhawatirkan, seperti dilansir dari bi.go.id mengenai data temuan uang rupiah palsu pada setiap tahunnya mengalami naik turun. Puncaknya pada tahun 2015 rasio dari satu juta uang yang diedarkan (UYD) ada 21 lembar uang palsu.

Untuk mengatasi ini salah satunya adalah dengan melakukan penguatan pada unsur pengamanan melalui 6 kelebihan pada desain uang baru :

Color Shifting : Apabila dilihat uang kertas dari sudut pandang yang berbeda akan terjadi perubahan warna secara kontras.

Rainbow feature : apabila uang kertas dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambar tersembunyi, berkesan multi warna berupa angka nominal.

Latent image : apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks logo Bank Indonesia (BI) pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

Ultra violet feature : Dari sisi desain dilakukan penguatan desain UV feature yang akan memendar menjadi dua warna ketika uang kertas dilihat di bawah sinar Ultra Violet (UV).

Rectoverso : apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI. Efek Rectoverso ini dapat dilihat dari kedua sisi permukaan kertas, baik dari lembaran depan maupun belakang.

Tactile effect : untuk membantu membedakan antara pecahan dengan lebih mudah dengan penyempurnaan fitur kode tuna netra (blind kode).

Uang rupiah baru ini merupakan pelaksanaan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), dengan ciri sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Salah satu ciri uang dalam Pasal 7 adalah memuat gambar pahlawan nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016.

Baca juga:  Zulfa Hendri: Peluang UIN Bandung dalam Financial Market

Penetapan gambar pahlawan nasional tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi BI dengan Pemerintah yaitu Kementrian Keuangan, Kementrian Sosial, Sekretaris Kabinet, Kementrian Hukum dan HAM, termasuk dalam pengurusan persetujuan penggunaan gambar pahlawan nasional oleh ahli waris.

 

Sumber : bi.go.id

Peneliti : Puji Fauziah/ SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas