Opini

Empat Kepribadian Manusia

*Oleh Totoh Tohary


Setiap manusia itu unik. Ia dilahirkan dengan desain Tuhan yang Mahadahsyat, super canggih dan super kompleks. Setiap manusia pun tidak sama, sekalipun ia kembar genetik. Wajahnya boleh mirip, postur tubuhnya sama persis, atau masih satu jenis kelamin. Boleh jadi, secara fisik seseorang memiliki kemiripan hingga 100 persen. Namun, sesunggunya ia berbeda. Bukti yang paling sederhana adalah sidik jari. Percaya atau tidak, dari total penduduk bumi yang hampir mencapai 7 miliyar ini, sidik jarinya tidak ada yang sama. Malah, seumpama sidik jari itu ada yang sama, maka kemungkinannya sangat kecil. Paling tidak, hanya enam orang saja di seluruh dunia ini yang berpeluang memiliki kesamaan. Subhanallah. Inilah bukti yang tak terbantahkan, kekuasaan sang Khalik, Allah Swt yang begitu hebat.


Seorang psikolog kenamaan, Florence Littauer[1] pun sepakat. Lewat bukunya Personality Plus, ia membeberkan secara fasih, perbedaan kunci setiap individu. Menurutnya, key point yang membedakan individu satu dengan lainnya adalah keperibadian (personality). Setiap kita berbeda. Di bumi ini, hanya ada satu, “Anda”. melalui buku Keperibadian Plus itu, Florence melihat setiap individu sebagai elemen campuran dari empat watak dasar yang dimilikinya. Watak inilah yang nantinya menunjukkan, “saya yang sesungguhnya”. Adapun “pakaian” yang nampak di luar, itulah yang Florence sebut sebagai kepribadian.


Dalam buku “best seller”-nya itu, Florence mengungkapkan empat keperibadian manusia.


Pertama, keperibadian sanguinis populer. Pribadi ini sedikitnya punya tiga ciri khas, yaitu sikapnya ekstrovert (terbuka), membicara dan optimis. Kondisi emosi sanguinis populer cukup baik. Tampak dari keperibadian yang menarik. Suka berbicara, rasa humor yang hebat, ingatan kuat untuk warna, secara fisik memukau, emosional dan demonstratif. Selain itu, pribadi ini juga begitu antusias, ekspresif, periang dan penuh semangat. Tetapi, kadang-kadang ia juga nampak lugu dan polos, mudah diubah, selalu kekanak-kanakan namun berhati tulus. Dalam dunia kerja, sanguinis memiliki energi kreatif, inovatif dan cemerlang. Sehingga ia bisa mengilhami orang lain untuk ikut. Yang tak kalah menarik dari keperibadian ini, adalah sikapnya yang humoris dan sangat disukai anak-anak. Bahkan, Florence menyebutnya sebagai “pemimpin sirkus”.


Kedua, keperibadian melankolis sempurna. Keperibadian ini, (seperti) kebalikan dari sanguinis. Wataknya introvert (tertutup), pemikir dan pesimis. Tingkat emosi keperibadian melankolis cukup perasa. Pemikirannya mendalam dan penuh analitis, cukup tekun dan serius bahkan cenderung jenius. Selain itu, keperibadian ini juga memiliki watak artistik, puitis, musikal dan tingkat cinta keindahan yang begitu tinggi. Sehingga tidak salah jika ia memiliki prinsip idealis.


Pribadi melankolis juga sangat sempurna sebagai orang tua. Ia menetapkan standar yang cukup tinggi, ingin segalanya dilakukan dengan benar, menjaga rumah selalu rapi, senang merapikan barang-barang miliknya. Sikapnya juga berani berkorban demi yang lain. Serta mendorong intelegensia dan bakat yang baik.

 

Ciri khas lain keperibadian melankolis ialah pribadi yang “terjadwal”. Selalu perfeksionis, ingin terperinci, cermat dan terorganisasi. Dalam urusan pertemanan, keperibadian ini cukup selektif. Terkadang ia menghindari perhatian, namun sangat setia dan giat berbakti. Tak kalah penting, sang melankolis juga sangat perhatian dan bisa memecahkan masalah orang lain. Harapannya, ia mencari teman hidup yang ideal.

 

Ketiga, keperibadian korelis kuat. Pribadi ini hampir mirip seperti sanguinis; ekstrovert, pelaku dan optimis. Bila Anda memiliki teman yang suka memimpin, sangat memmerlukan perubahan, selalu dinamis dan aktif itulah ciri khas pribadi korelis kuat. Sikapnya tegas, berkemauan kuat, tidak emosional dalam bertindak, mandiri, selalu memancarkan keyakinan dan bisa melakukan apa saja.

 

Pribadi korelis kuat juga sangat baik sebagai orangtua. Watak dasar “pemimpin” yang dimiliki, akan menjadi kompas tujuan keluarganya. Selain itu, ia memiliki kecakapan menjawab persoalan dengan benar. Juga, mampu mengorganisasi rumah tangga dengan baik. Sedangkan dalam urusan pekerjaan, berorientasi pada teget. Sikapnya akan mencari pemecahan masalah yang praktis, bergerak cepat dan lebih mengutamakan hasil. Giat membuat target dan senantiasa berkembang karena persaingan. Sementara itu, dalam soal pertemanan, pribadi korelis tidak terlalu membutuhkan teman. Namun ia tetap mau bekerja sama, berani memimpin dan unggul dalam keadaan darurat.

 

Keempat, keperibadian phlegmatis damai. Tiga wataknya ialah introvert, pengamat dan pesimis. Ciri khas pribadi ini cukup mudah ditebak. Bila Anda menemukan teman yang rendah hati, kalem, pendiam, tenang, mudah bergaul dan santai, itulah pribadi phlegmatis yang damai. Namun jangan salah. Meski pribadinya nampak enggak rame, ia memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi. Boleh di kata, “diam-diam menghanyutkan”. Tetapi, bukan diam-diam kentut juga. Sunyi, tapi bau. Tepatnya, seperti air, meski diam tapi bisa menenggelamkan.

 

Pribadi phlegmatis sangat simpatik dan baik hati. Sehingga ia juga cukup baik tatkala menjadi orangtua. Pribadinya yang lembut, akan senantiasa menyediakan waktu bagi anak-anaknya. Tidak tergesa-gesa, bisa memilih antara yang baik dan buruk, serta bukan tipikal pemarah.

 

Selain itu, sikap cakap dan santun sang phlegmatis akan menjadi potensi baik dalam bekerja. Ia tidak suka konflik, selalu damai dan cepat sepakat. Juga, sikapnya tidak suka menyinggung, mudah diajak bergaul, menyenangkan dan menjadi pendengar yang baik. Sehingga ia pun sangat senang mengawasi orang lain, punya belas kasihan dan menyenangkan. Pribadi ini cukup baik menjadi teman. Sebab ia punya watak “sang pendamai” dan manjadi “wasit” ketika ada masalah.

 

Lalu, bagamana dengan keperibadian Anda? Apakah termasuk sanguinis, korelis, melankolis ataukah phlegmatis? Tentu, bisa disimpulkan sendiri. Namun perlu di garis bawahi. Empat keperibadian tadi, tidak melulu satu individu satu keperibadian. Adakalanya seseorang memiliki dua kepribadian. Misalkan, sanguinis-melankolis, atau korelis-phlegmatis, dan persilangan lainnya. Bahkan, sangat memungkinkan seorang individu memiliki tiga hingga empat kepribadian. Tetapi, dari empat pribadi itu, pasti ada kepribadian yang dominan. Maka
itulah “pakaian” dia yang sesungguhnya.


*Disarikan dari buku kepribadia plus, karya Florence Littauer (terjemahan). Diterbitkan oleh Binarupa Aksara, Jakarta, 1996.


[1] Florence Littauer. 1992. Personality Plus. Hal.3

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas