Pendidikan dan Budaya

Aang Ridwan : Dakwah Itu Tidak Mengejek Tapi Mengajak

Ilustrasi (SUAKA/ Nolis Solihah)

Ilustrasi (SUAKA/ Nolis Solihah)

SUAKAONLINE.COM Dosen Pengantar Studi Islam, Aang Ridwan mengatakan bahwa dakwah itu tidak mengejek tapi mengajak dan orientasinya untuk kedamaian. Ucapan Aang ini merupakan tanggapan dari fenomena para tokoh agama yang saling menghasut khususnya di media sosial dengan dalih berdakwah.

Menurutnya Fenomena ini terjadi karena semua orang Indonesia sedang krisis identitas dan terkungkung budaya popular. “Mencari identitas bagian dari budaya popular, ciri budaya popular adalah budaya identitas, seseorang ingin kedepan untuk menunjukan keakuan siapa dirinya, politik identitas kian menyeruak karena kita hidup dalam budaya populer, karena ingin dilihat,” ujar Aang, Selasa (17/1/2017).

Aang juga memaparkan bahwa dakwah yang baik bermulai dari niatan dan praktik yang baik, jika niatnya baik tapi praktiknya tidak baik itu bukan kebaikan. Aang juga mengatakan bahwa populisme sedang mengancam Indonesia, populisme menjadi  trend karena orang-orang ikut atau bergabung dalam sebuah kelompok atau gerakan yang sedang populer.

“Populisme menjadi trend karena banyak kekecewaan terhadap pihak tertentu, bergabung dengan kelompok yang sedang populer, pada identitas yang lagi pop siapapun akan ikut, ngikutin ramenya orang,” tambahnya.

Selain itu, menurut Aang, para tokoh agama harusnya lebih memikirkan aspek yang lain, harusnya para tokoh agama masuk dalam sains, masuk dalam aspek teknologi.  “Yang perlu di Indonesia  harusnya para tokoh agama seperti itu,” pungkasnya sambil menutup perbincangan.

 

Reporter : Galih Muhamad

Redaktur : Hasna Salma 

Baca juga:  Pembangunan Rumah Deret Harus Dihentikan
Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas