Lintas Kampus

Stop Kekerasan Oleh Aparat Di Kabupaten Dogiyai

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-West Papua) dan Ikatan Mahasiswa Papua Jawa Barat (IMASEPA), melakukan aksi demo damai di depan taman Lansia, Bandung, Kamis (26/1/2017).  Puji Fauziah/ SUAKA

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-West Papua) dan Ikatan Mahasiswa Papua Jawa Barat (IMASEPA), melakukan aksi demo damai di depan taman Lansia, Bandung, Kamis (26/1/2017).
(Puji Fauziah/ SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-West Papua) dan Ikatan Mahasiswa Papua Jawa Barat (IMASEPA), melakukan aksi demo damai di depan taman Lansia, Bandung, Kamis (26/1/2017). Aksi tersebut sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah Jawa Barat sekaligus menyampaikan kepada masyarakat Jawa Barat bahwa saat ini Papua sedang tidak aman.

Seorang mahasiswa Papua, Roland saat orasi menyampaikan perlu adanya andil seluruh masyarakat dalam menyelesaikan tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan di Papua. “Perlu keseriusan dari seluruh elemen masyarakat untuk menolong rakyat Papua atas terjadinya ketidakadilan di seluruh Papua,” ujarnya.

Roland menilai, kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat di Dogiyai telah melebihi batas. Masyarakat dipukul, ditendang, dikejar hingga mengalami luka. Mereka yang bernama Deserius Goo, Diakon Alex Pigai, Neles Adili, Pigai Mabii, Ferdinand Tebai, mahasiswa UNIPA, Hendrik Bobi, dan Sekertaris Kampung Nolaskus Douw (34) bahkan mengalami luka dimuka.

“Kekerasan ini sudah melebihi batas dan sudah melanggar UU yang berlaku,” kata Roland. Selanjutnya menurut dia aparat kepolisian harusnya bisa objektif dalam melihat permasalahan, jangan hanya menggunakan kekerasan hingga hampir menghabiskan nyawa masyarakat Dogiyai.

Kejadian di kabupaten Dogiyai ini menurut Roland adalah satu bukti dari ribuan bukti lain bahwa aparat kepolisan masih gemar menggunakan cara-cara kekerasan dan intimidasi dengan tujuan memusnahkan nyawa rakyat papua di Dogiyai.

Reporter : Puji Fauziah

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Baca juga:  Pemilihan Ketua Sema-U, Musti Kembali Ditunda

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas