Kampusiana

Pengesahan Tata Tertib SC, Mahasiswa Merasa Tak Dilibatkan

[Suakaonline]-Garut,-Aktivis Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Intra kampus UIN SGD Bandung memprotes keras Surat Keputusan Rektor No.Un.05/I.I/PP.00.9/022/2014 tentang Tata Tertib Penggunaan Student Center (SC) UIN SGD Bandung. Para aktivis merasa keberatan dengan surat keputusan tersebut. Mereka beralasan pembatasan jam penggunaan gedung SC, yang tercantum dalam SK Tata Tertib tersebut, dapat menghambat aktivitas dan produktivitas Ormawa intra kampus.

 

Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK), Zulfi Saeful, mengatakan, dengan diberlakukannya pembatasan tersebut dapat menghambat ruang kreatifitas mahasiswa. Selain itu, ia pun mengatakan, ketentuan-ketentuan dalam SK tersebut patut untuk dipertanyakan ulang, karena menurutnya, terdapat pasal dan ayat-ayat yang rancu.

 

“Kami merasa tertipu dengan pengesahan SK tersebut. Dalam penyusunan hingga pengesahan mahasiswa seolah-olah tidak dilibatkan sepenuhnya. Tahu-tahu sudah disahkan saja,” ujar mahasiswa jurusan Sosiologi ini sesaat setelah penutupan acara Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Lanjut (PKM-TL) di Hotel Augusta, Garut, Ahad (09/02).

 

Dalam Surat Keputusan tersebut, telah diatur tentang Tata Tertib penggunaan gedung SC. Salah satunya adalah diberlakukannya pembatasan jam penggunaan gedung SC. Dalam Bab 1, Pasal 1, ayat 7, tercantum penggunaan gedung dan fasilitas Student Center UIN SGD Bandung hanya digunakan pada jam kerja, yakni pukul 07.00s/d 17.00 WIB.

 

Ketua Dewan Mahasiswa UIN SGD Bandung, Fakhru Roji Ishak, mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan pada pertemuan Ormawa intra kampus di Pangjugjugan, Sumedang, 10 Januari 2014. Meski demikian, pihaknya menolak SK tersebut dengan alasan dalam pengesahannya mahasiswa tidak dilibatkan.

 

“Kami sudah meminta kepada pihak rektorat untuk menunda dulu pengesahan SK tersebut,” ujarnya.

 

Adapun Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, M. Ali Ramdhani, mengatakan, SK tersebut sudah disahkan dan ketentuan-ketentuan didalamnya sudah bisa dijalankan. Namun, ia menambahkan, apabila dalam Tata Tertib tersebut ada hal-hal yang memberatkan, ia menyarankan agar Ormawa kampus segera mengadakan audiensi kepada pihak kampus.

 

“SK Tata Tertib ini bukan al-Qur’an yang tak bisa direvisi. Jadi silahkan atur jadwal untuk melakukan audiensi,” ucapnya.

 


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas