Kampusiana

Keberatan Terhadap Majalah, HMI Cabang Kabupaten Bandung Sambangi LPM Suaka

Pemimpin LPM Suaka periode 2016, Robby Darmawan dan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Bandung, Muhammad Bambang saat berdialog terkait keberatan pemberitaan di dalam majalah LPM Suaka edisi tahun 2016. Bertempat di sekretariat LPM Suaka Gedung Student Centre lantai 3, Jumat (3/2/2017). (Anisa Dewi Anggri Aeni/ SUAKA)

Pemimpin LPM Suaka periode 2016, Robby Darmawan dan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Bandung, Muhammad Bambang saat berdialog terkait keberatan pemberitaan di dalam majalah LPM Suaka edisi tahun 2016. Bertempat di sekretariat LPM Suaka Gedung Student Centre lantai 3, Jumat (3/2/2017). (Anisa Dewi Anggri Aeni/ SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Pengurus cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Bandung menyambangi sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka, Jumat (3/2/2017) di sekretariat Suaka. Pertemuan yang dipimpin oleh ketua cabang HMI Kabupaten Bandung, Muhammad Bambang menyampaikan pernyataan keberatannya terkait pemberitaan dalam majalah LPM Suaka edisi tahun 2016 yang berjudul Intervensi Tak Kasat Mata.

Bambang menyampaikan keberatannya terhadap LPM Suaka, mengenai sejarah HMI. Dalam pemberitaan, HMI disebutkan berafiliasi dengan partai politik Masyumi. “Menurut pendiri HMI, Lafran Pane menegaskan berulangkali bahwa HMI tidak berafiliasi dengan parpol manapun,” ujarnya.

Selain itu, Bambang menuntut agar majalah LPM Suaka edisi tahun 2016 untuk tidak disebarluaskan, karena ditakutkan akan menyakiti kader-kader dan alumni HMI di lingkungan UIN SGD Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Umum LPM Suaka 2016, Robby Darmawan pun menawarkan solusi prosedur kaidah jurnalistik berupa hak jawab pada HMI. Selanjutnya, LPM Suaka akan tetap menyebarluaskan majalah edisi tahun 2016. “Secara tegas kami akan tetap menyebarluaskan majalah tersebut, namun kami akan memenuhi segala hak bila ada yang merasa keberatan atas karya jurnalistik kami,” pungkasnya.

Majalah bertajuk Intervensi Tak Kasat Mata ini mengangkat peran organisasi ekstra, dalam dinamika organisasi intra di UIN SGD Bandung, dan merupakan majalah akhir kepengurusan LPM Suaka 2016. Majalah ini akan resmi beredar pada Selasa (7/2/2017).

Baca juga:  Musti Keempat, Hasilkan Kriteria Calon Ketua

Adapun surat pernyataan sikap yang diajukan oleh HMI Cabang Kabupaten Bandung berisi sebagai berikut :

  1. HMI Cabang Kabupaten Bandung keberatan tentang judul yang diletakan dibagian depan majalah yang dianggap provokatif dan menimbulkan stigma buruk terhadap organisasi ektra kampus dalam hal ini HMI.
  2. Pada tulisan laporan utama dua yang berjudul “Batas Ruang Gerak Organisasi Ekstra” mengenai sejarah HMI yang disebutkan pada tahun 60-an terafiliasi dengan partai politik Masyumi. Hal ini dianggap tuduhan yang tidak berdasar dan menstigmakan HMI sebagai organisasi yang tidak independen.
  3. Dalam kolom laporan utama tiga, merupakan hasil wawancara ekslusif dengan Ali Anwar yang berjudul “Organisasi Ekstra Jangan Campuri Urusan Intra Kampus”. Menurut Ali organisasi ekstra seperti HMI bukan berjuang untuk kaderisasi Islam. Pernyataan tersebut menurut HMI provokatif dan tidak berdasar serta melemahkan organisasi serta menyakiti kader-kader dan alumni HMI.
  4. Kiprah kader HMI di organisasi intra kampus merupakan komitmen dalam mewujudkan SDM yang siap menjadi pemimpin masa depan. Sehinggal hal tersebut bukan berarti HMI secara institusi telah melakukan intervensi atau ikut campur dalam dinamika keorganisasian intra kampus di UIN SGD Bandung.

Kemudian, terdapat tujuh permintaan yang disampaikan HMI kepada LPM Suaka, di antaranya :

  1. Meminta LPM Suaka untuk tidak menyebarluaskan majalah tersebut. Karena akan menyinggung perasaan kader dan alumni HMI di lingkungan UIN SGD Bandung.
  2. Meminta LPM Suaka untuk mengeluarkan pernyataan maaf kepada pembaca jika majalah tersebut sempat disebarluaskan.
  3. Meminta LPM Suaka mengeluarkan pernyataan maaf resmi secara keorganisasian dengan tenggang waktu 3 x 24 jam sejak pernyataan tersebut dibuat.
  4. Meminta kepada organisasi mahasiswa di lingkungan UIN SGD Bandung untuk tetap menjaga kesatuan dan tidak terprovokasi.
  5. Meminta kepada LPM Suaka untuk menjadi lembaga pers mahasiswa yang sehat dengan tidak menyudutkan siapapun dan organisasi apapun, serta mencari narasumber yang kredibel.
  6. Menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang berkiprah di organisasi intra kampus maupun yang tidak berorganisasi untuk melihat HMI dari dekat. Maka sebagai organisasi yang independen dan terbuka kami mempersilahkan setiap mahasiswa dari latarbelakang apapun untuk berkunjung ke Pusat Kegiatan di Permai V guna melakukan dialog serta silatuahmi.
  7. Meminta kepada seluruh kader HMI agar tetap tenang, namun ikut berperan dalam menyikapi perihal ini.
Baca juga:  Pemilihan Ketua Sema-U, Musti Kembali Ditunda

 

Reporter : Dadan M. Ridwan

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas