Kampusiana

Aisyah : Valentine Bertentangan Dengan Ajaran Islam

Seorang mahasiswa tengah menulis pendapatnya mengenai Valentine Day dan menandatangani  di spanduk yang dibentangkan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan gedung Fakultas Ushuluddin UIN Bandung, Selasa (14/2/2017). (Mita Nurul Hasanah/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) UIN SGD Bandung menggelar aksi ‘Say No Valentine Day’ untuk menolak perayaan Hari Valentine  di depan Gedung Fakultas Ushuluddin, Selasa (14/2/2017). Hal yang mendasari terselenggaranya aksi ini yaitu, sebagai bukti keprihatinan kepada saudara-saudara muslim, karena hal ini dinilai bertentangan dengan ajaran agama Islam

“Apalagi kita disini sebagai remaja, valentine day seakan menjadi momentum untuk mengaspirasikan diri dalam menunjukan kasih sayang terhadap pasangan,” ujar Ketua bidang perempuan KAMMI, Aisyah Karimah. Kemudian tidak hanya aksi saja yang mereka lakukan, mereka mengadakan kajian yang akan dilaksanakan pada hari kamis, dengan tema ‘Kenali Dirimu, Sayangi Imanmu,’ dan lomba foto dengan caption menarik mengenai acara aksi Say No Valentine Day di media sosial seperti instagram.

“Untuk pemenang yang mengunggah foto di akun instagramnya dan di tag ke akun @kammiuinbandung akan mendapatkan door prize menarik,” ujar mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam ini. Ketika aksi berlangsung, fasilitator aksi membentangkan spanduk bertuliskan ‘Say No Valentine Day’. Mereka juga mempersilahkan mahasiswa lainnya untuk menuliskan pendapat mereka terhadap perayaan ini dengan menandatangani spanduk penolakan.

Koordinator Aksi, Yuyun Sri Wahyuni setuju dengan aksi ini, karena menurutnya ini merupakan suatu pembodohan. Menurutnya, Valentine Day yang kita tahu sebagai hari kasih sayang, sebenarnya merupakan suatu pembodohan, karena kasih sayang bukan hanya ditunjukkan satu atau dua hari saja, akan tetapi bisa kita tunjukkan setiap hari.

Ia juga menambahkan, latar belakang dilaksanakannya acara ini yaitu untuk dakwah. “Awalnya saya pikir Valentine Day ini sudah tidak zaman. Tapi saat pergi ke supermarket ternyata disana sudah disiapkan coklat dan souvenir Valentine. Ternyata orang-orang yang tanda kutipnya melakukan propaganda sudah menyiapkan han tersebut. Kami sendiri sebagai seorang muslim dan juga bergerak di aksi dakwah belum melakukan apa-apa. Inilah yang menjadi salah satu gerakan terbesar kami untuk mengadakan aksi ini,” ungkapnya.

Senada dengan Yuyun, salah satu mahasiswa jurusan Tafsir Hadits, Ira setuju dengan aksi yang digelar, ia menganggap Valentine Day bukanlah kebudayaan Islam dan tidak di perbolehkan dalam Islam. Menurutnya aksi ini bagus untuk memperingati para remaja agar tidak berlebihan dalam merayakan kebudayaan barat. “Lagi pula sudah jelas Valentine Day bukan budaya dari bangsa kita, melainkan budaya dari luar,” pungkas Ira.

Dengan adanya aksi ini, Yuyun berharap bukan hanya sekali dilaksanakan tetapi kedepannya juga akan terus diadakan sebagai reminder, karena ini merupakan perang ideologi dari luar yang ingin merusak generasi muslim, dengan menyebarkan propaganda melalui kebudayaan barat. Kemudian ia menghimbau agar mahasiswa UIN SGD Bandung tidak merayakan Valentine Day yang biasa diperingati setiap tanggal 14 Februari ini.

 

Reporter : Mita Nurul Hasanah/ Magang

Redaktur : Hasna Salma

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas