Kampusiana

UIN Bandung Buka Enam Jalur PMB 2017

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, dalam acara Launching dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri dengan Computer Based Test (CBT), Kamis (16/2/2017). (Edi Setio/ Magang).

SUAKAONLINE.COM – Menjelang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ajaran 2017-2018, UIN SGD Bandung menyediakan enam jalur seleksi Pendaftaran. Dalam rinciannya, keenam jalur tersebut yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Ujian Mandiri (UM), dan Jalur Prestasi. Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas UIN SGD Bandung, Saepudin, Selasa (14/2/2017).

Dalam pelaksanaannya, masing-masing jalur terselenggara dalam waktu yang berbeda. Saepudin menuturkan bahwa pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN telah diatur oleh negara, SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN di atur oleh Kementrian Agama (Kemenag). Sedangkan untuk jalur UM dan Jalur prestasi sendiri akan diatur oleh pihak kampus. “Jadi secara pernyataan, yang dikelola oleh UIN itu hanya PMB jalur mandiri dan jalur prestasi ,” ujar Saepudin saat ditemui suaka.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini akan dibuka tambahan jalur yaitu melalui jalur prestasi. Jika dalam SPAN-PTKAIN, prestasi yang di ajukan hanya prestasi akademik, sedangkan jalur prestasi yang dimaksud kali ini yaitu prestasi non-akademik. Syarat yang ditetapkan oleh kampus yaitu, setiap pendaftar mampu menghafal minimal 5 juz Al-Quran atau lebih, berprestasi dalam bidang seni dan olahraga di tingkat nasional maupun internasional yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan, dan sebagainya.

“Dalam jalur prestasi, dalam pemahaman Al-Qur’an mahasiswa itu hafal minimal 5 juz ke atas Insya Allah bisa langsung diterima.  Ada lagi dari jalur-jalur prestasi, andaikan calon mahasiswa itu berprestasi  di bidang seni, olahraga, dan akademik. Dari bidang olahraga atau seni itu harus dibuktikan dengan semacam sertifikat berupa penghargaan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Baca juga:  Pikiran Rakyat Menolak Gugatan yang Diajukan Zaky Yamani

Menyangkut kuota mahasiswa baru tersendiri, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), jumlah yang akan di terima oleh UIN SGD Bandung  telah ditetapkan oleh negara sekitar 6000 mahasiswa. Saepudin juga mengungkapkan bahwa akan menyesuaikan kuota mahasiswa baru dengan fasilitas di kampus. “Jumlah itu kan sudah ditetapkan oleh negara, dan kuota juga sudah ditentukan, SNMPTN 30%, SBMPTN 30%, mandiri paling 15 %, dan sisanya dari jalur yang lain,” tambahnya.

Untuk menghadapi pelaksanaan pendaftaran, UIN SGD Bandung baru akan mengadakan launching PMB jalur mandiri melalui Computer Based Test (CBT), Kamis (16/2/2017) pukul 09.00. Dengan adanya sistem CBT ini, di rencanakan bahwa setiap pendaftar dapat melihat langsung hasil testnya yang tertera di komputer. Tanggal 16 sudah dilaksanakan launching dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri tahun akademik 2017-2018 menggunakan sistem CBT.

Setelah pelaksanaan launching, pihak kampus akan membentuk beberapa tim sosialisasi, yang akan dilakukan di empat wilayah, yaitu wilayah utara, wilayah selatan, wilayah timur dan wilayah barat. Rencananya tim ini akan disebar ke beberapa kabupaten/kota pekan depan. Dalam satu tim, akan terdiri dari empat orang. Untuk memperlancar proses sosialisasi, pihak kampus akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, ataupun kepala sekolah di beberapa sekolah yang akan dikunjungi.

Selain itu, Kemenag kembali menobatkan UIN SGD Bandung untuk kedua kalinya sebagai bendahara dalam penyelenggaraan pendaftaran jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Hal ini di ungkapkan pada saat launhing kedua jalur tersebut di Jakarta. “Kemarin kita SPAN-PTKIN sudah launching di Jakarta. Kebetulan di dalam SPAN itu, UIN Bandung masih sebagai bendahara, dan tim bendahara juga sudah berangkat,” tutupnya.

Baca juga:  Mengkritisi Penggusuran Lewat Cerita Dhemit

 

Reporter : Edi Setio/ Magang

Redaktur : Hasna Salma

1 Comment

1 Comment

  1. Siti Zahroh Nur Aida

    10 Mei 2017 at 09:35

    assalamualaikum,,,
    itu yang jalur berprestasi 3 juz apa 5 juz?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas