Kampusiana

Perpustakaan Larang Penggunaan Flashdisk

Komputer perpustakaan UIN SGD Bandung memasang software yang menditeksi flashdisk dan memblokir data didalamnya. Hal ini bertujuan agar komputer aman dari virus yang dibawa oleh flashdisk pengunjung perpustakaan, Selasa (21/2/2017). (Putri Ayu Delia Kusumawardani /Magang)

Komputer perpustakaan UIN SGD Bandung memasang software yang menditeksi flashdisk dan memblokir data didalamnya. Hal ini bertujuan agar komputer aman dari virus yang dibawa oleh flashdisk pengunjung perpustakaan, Selasa (21/2/2017). (Putri Ayu Delia Kusumawardani /Magang)

SUAKAONLINE.COM – Sejak dua minggu yang lalu, perpustakaan UIN SGD Bandung melarang penggunaan flashdisk pada komputer – komputer yang ada di perpustakaan. Menurut kepala perpustakaan, Ija Suntana, larangan ini di berlakukan karena empat unit komputer rusak akibat virus yang berasal dari flashdisk para pengunjung perpustakaan.

Rusaknya empat unit komputer tersebut bertepatan dengan pemeriksaan fasilitas oleh BPK (Badan Pengawas Keuangan), Senin (23/1/2017). Setelah melihat empat unit komputer yang rusak tersebut, BPK meminta untuk diperbaiki, Ija pun langsung menghubungi supplier komputernya dan meminta untuk memformat ulang komputer yang rusak tersebut.

Ija mengatakan bahwa virus yang dibawa oleh flashdisk berbeda dengan virus yang terbawa oleh pengunduhan dari internet. “Ya kalau download itu disini kita menyediakan anti virus yang aman untuk download. Karna download managernya juga kita siapkan, dan itu bawaan dari sana sehingga aman. Nah kalau flashdisk itu ternyata virusnya berat – berat, sampai ada virus yang tidak terdeteksi oleh anti virus yang disediakan disini,” ujar Ija saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/2/2017).

Setelah kejadian rusaknya empat unit komputer tersebut, perpustakaan langsung memasang software yang dapat memblokir terdeteksinya flashdisk. “Jadi ketika kita masukan flashdisk ke dalam komputer, secara otomatis komputer tidak bisa membaca data yang ada pada flashdisk kita,” ujar Ija.

Ija mengaku tidak ada sosialisasi khusus untuk sistem yang diberlakukan ini. Setiap pengunjung yang datang ke perpustakaan, akan langsung diberitahu. “Setiap mahasiswa yang disini saja diberitahukan bahwa tidak bisa menggunakan flashdisk,” ujarnya. Saat pertama kali diberlakukannya sistem ini, sebagian banyak pengunjung perpustakaan mengeluh.

Baca juga:  Dema-F Psikologi Gelar Seminar Psychopreneur

Ija akhirnya mengatasi keluhan pengunjung dengan menyarankan agar para pengunjung mengirimkan data yang ingin di copy dengan menggunakan email. “Komputer disinikan online jadi lebih enak dan akan lebih aman dari virus. Jadi di email-kan, nanti di buka sendiri kan lebih mudah,” ungkapnya. Ija juga mengatakan bahwa pelarangan ini diberlakukan hanya sampai ada sistem yang memungkinkan untuk mencegah masuknya virus dari flashdisk.

Menurut mahasiswa jurusan Biologi, Umul Amanah, adanya larangan tersebut dianggap baik karena memiliki alasan untuk kebaikan fasilitas. “Kalau misalkan karena akan merusak komputernya ya setuju aja,” ujar Umul. Berbeda dengan Umul, mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat, Yusep Maulana mengatakan bahwa adanya larangan tersebut akan menyulitkan mahasiswa. “Kita ke perpustakaan itu kan biar mempermudah tugas, kalau menggunakan email itu ke kitanya malah jadi sulit,” tutur Yusep.

 

Reporter : Putri Ayu Delia Kusumawardani /Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas