Kampusiana

Suara Keadilan Masyarakat AP Tuntut Muskom Ulang

Lembaran tuntutan Suara Keadilan Masyarakat AP yang menjadi aksi tertulis sebagian mahasiswa AP. Surat ini sudah tersebar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sejak Rabu (15/2/2017). (Nur Aeni/ Magang)

Lembaran tuntutan Suara Keadilan Masyarakat AP yang menjadi aksi tertulis sebagian mahasiswa AP. Surat ini sudah tersebar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sejak Rabu (15/2/2017). (Nur Aeni/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Sebagian mahasiswa jurusan Administrasi Publik (AP) melakukan aksi dengan menyebarkan selembaran yang berisi tuntutan untuk diselenggarakan Muskom ulang. Tuntutan tersebut karena adanya ketidakadilan dalam proses pembentukan ketua HMJ-AP pada Musyawarah Komisariat (Muskom). Muskom pertama dilaksanakan pada Senin (30/1/2017)  dan kedua, Sabtu (4/2/2017).

Mantan pengurus HMJ-AP bidang Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO), Iqbal Tanjung, mengatakan sebab terjadinya aksi tersebut karena saat Muskom beberapa orang tidak diberi hak suara karena sosialisasinya hanya lewat media sosial. Pelaksanaan Muskom pun dirasa kurang tepat karena dilaksanakan pada tanggal 30 Januari saat masih libur kuliah. “Alasan itu karena kepengurusan yang baru terbentuk tidak bersifat transparan dan tidak begitu merangkul keseluruhan mahasiswa AP,” ujarnya, Senin (20/2/2017).

Iqbal berharap, komunikasi harus transparan dengan mahasiswa AP. Dalam perekrutan pengurus baru seharusnya diselesaikan terlebih dahulu masalah sebagian mahasiswa yang menginginkan Muskom ulang. “Adanya surat sebaran ini menjadi suatu hal yang wajar, karena surat pelantikan atau SK pun belum ada,” ujarnya

Sedangkan ketua HMJ-AP terpilih pada Muskom pertama, Yana Mulyana menyangkal adanya ketidakadilan dalam proses pembentukan ketua HMJ ini. Menurutnya jika dirinya dianggap tidak adil, maka dirinya tidak akan terpilih. “Yang saya lakukan dan sebagian besar masyarakat AP lakukan itu sudah berdasarkan konstitusional,” pungkasnya, Rabu(22/2/2017).

Yana menambahkan, dalam Muskom ini tidak ada hak suara yang terbungkam. Melainkan karena mahasiswanya saja tidak menghadiri Muskom. “Sebetulnya Muskom yang dilasanakan pada tanggal 4 Februari adalah musyawarah lanjutan dari yang pertama. Karena pada saat Muskom 30 Januari itu terbatas waktunya,” ujarnya.

Baca juga:  Bela Al - Aqsha, Masa Aksi Gelar Long March

Sebelumnya Yana tidak mengetahui akan diadakan Muskom ulang, walaupun akhirnya dirinya menyetujui dan akan lebih mematangkan niat dan memantapkan hati untuk mencalonkan  dirinya menjadi ketua HMJ-AP. “Saya setuju saja kalau tetap akan dilaksanakan Muskom ulang, jika dengan aturan-aturan yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya, Rabu (22/02/2017).

Reporter : Nur Aeni/ Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas