Kampusiana

Suasana Baru di Perpustakaan Fakultas Adab

 

[Suakaonline]-Suasana baru kini tengah dirasakan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Pasalnya, kini perpustakaan fakultas mereka sudah pindah dari lantai satu ke lantai empat. Perpindahan tersebut juga dibarengi dengan fasilitas yang baru.


Mahasiswa terlihat antusias berdatangan ke perpustakaan, terutama mahasiswa semester akhir yang menghabiskan waktu luang  mereka untuk mencari referensi meyelesaikan skripsi.

 

Keadaan ruangan yang nyaman dan lumayan luas dengan hembusan angin melalui celah-celah jendela dan pentilasi, memanjakan para pembaca. Sehingga betah untuk berlama-lama di perpustakaan. Banyaknya buku terbitan baru, juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

 

Relokasi tersebut telah diselesaikan pada 20 Januari 2014 lalu. Kepala Perpustakaan FAH, Asep menuturkan, terjadi peningkatan mahasiswa yang datang berkunjung dibandingkan sebelum dilakukannya relokasi. Diakuinya, bahwa lokasi lama perpustakaan tidak mampu menampung mahasiswa lebih banyak dibandingkan dengan lokasi sekarang ini.

 

“Ditambah mulai tahun ini fakultas mendapat bantuan biaya dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk menambah koleksi buku di perpustakaan, juga sumbangan mahasiswa maupun para dosen,” katanya, Kamis (13/02).

 

Namun, kata Asep, ukuran perpustakaan yang lumayan luas terkadang membuat pengunjung perpustakaan terlihat sepi, tapi sebenarnya jika dilihat dari kuantitas,  saat ini terjadi peningkatan pengunjung dibandingkan pada saat perpustakaan berada di lantai satu. “Mengenai pengelolaan perpustakaan sendiri lancar-lancar saja, karena dibantu staf pelayanan dan staf administrasi,” ujar Asep.

 

Fathul, salah satu pengunjung, merasa betah berlama-lama berada di perpustakaan mengisi waktu luang. Ia pun salah seorang yang rutin mengunjungi perpustakaan baik saat masih berada di lantai satu maupun pasca direlokasi. Karena itulah, ia sangat merasakan betul perubahan  atmosfer perpustakaan.

 

“Dulu waktu perpustakaan masih di lantai satu saya kurang betah, soalnya tempatnya sempit jadi otomatis susah gerak dan susah napas kalau sudah kebanyakan pengunjung. Tapi sekarang semenjak pe
rpustakaan pindah jadi betah, mau nyari-nyari buku enak buat gerak ditambah angin sepoi-sepoi dari jendela, pokoknya bikin semangat buat maen-maen ke perpus,” ujar mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris semester empat itu.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas