Kampusiana

Wajib Pesantren, Masih dalam Proses Musyawarah

[Suakaonline]- Sebanyak 130 orang  mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa Bidik Misi di UIN SGD Bandung masih menunggu kepastian pihak kampus apakah mereka wajib pesantren atau tidak.


Asep Saepudin, Kepala Bagian Kemahasiswaan UIN SGD Bandug mengatakan, Sebenarnya mahasiswa Bidik Misi itu wajib Pesantren. Sekarang ini masih dalam proses musyawarah  di mana para mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi ditempatkan.


“KIita tinggal menunggu keputusan, bukannya tidak wajib, malah diwajibkan karena salah satu sasaranya adalah untuk mahasiswa dididik menjadi lebih baik dan memiliki keunggulan tersendi, ucap Asep saat ditemui di kantornya, Selasa (18/2).


Meskipun masih menunggu keputusan dari pihak kampus, Mochtar Solihin , Wakil Rektor bidang Keuangan mengatakan, bahwa para penerima Bidik Misi adalah tanggung jawab dari pihak kampus karena telah menerima beasiswa dari pemerintah.


Bagaimana pun penerima Bidik Misi akan kita didik dan diberikan fasilitas sebaik mungkin, termasuk pesantren atau asrama, itu sudah pasti karena sudah menjadi tanggung jawab dari pihak kampus,ujarnya, Selasa (18/2).


Dilain pihak, mahasiswa penerima Bidik Misi tetap menerima apapun keputusan nantinya, asalkan ada kejelasan yang pasti dari pihak kampus. “ Ya, saya ikutin saja gimana kepastian kampus. Mau di pesantren apa tidak itu keputusan kampus, sayakan mahasiswa cuma ikutin yang terbaik aja, “ ujar Dadang mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Saintek smester II.

 

Adapun tujuan umum dari pihak kampus mewajibkan kepada para mahasiswa penerima Bidik Misi untuk pesantren adalah untuk meringankan beban mereka dari masalah tempat tinggal dan juga ingin menghasilkan para mahasiswa dari beasiswa ini yang lebih kompeten dan lebih memiliki keunggulan dari mahasiswa lain, seperti mahir dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas