Kampusiana

Baru Dua Bulan, Gedung Kampus II Sudah Rusak

Beberapa mahasiswa berjalan menuju gedung kuliah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Kampus 2. Gedung yang baru 2 bulan rampung pembangunannya, kini sudah terdapat kerusakan, Jumat (10/3/2017). (Elsa Yulandri/ Magang)

 

SUAKAONLINE.COM– Pada bulan Januari lalu gedung kampus II UIN SGD Bandung selesai dibangun. Hanya berselang 2 bulan, gedung tersebut sudah mengalami kerusakan. Diantaranya tembok atap bangunan bocor yang membuat noda-noda pada dinding dan atap gedung.

Salah satu Office Boy, Sofyan (57) mengatakan, noda-noda tersebut berasal dari air hujan yang menembus tembok atap, dan terus bertambah seiring dengan intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini. “Terdapat beberapa tembok atap yang kurang rapat, sehingga banyak air yang tembus,” ujarnya.

Selain itu, Sofyan juga menambahkan jika keramik yang ada pada lantai toilet terlalu menjorok ke arah luar, sehingga air tidak mengalir ke arah pembuangan, tapi ke luar pintu. Tidak jauh berbeda dengan toilet, tempat parkir dan lapang yang menggunakan papping blok juga menurutnya memiliki rembesan air yang kurang baik. Apabila hujan deras, air menggenang dan mengganggu sivitas akademik yang hendak masuk ke dalam gedung.”Ini juga (sambil menunjuk ke arah lapang dan area parkir) kalau lagi hujan, airnya menggenang, sampai bisa dipakai nyuci mobil,” ujarnya sambil tertawa.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Rumah Tangga, Ramdan, mengatakan bahwa konstruksi gedung kampus II yang kurang maksimal diakibatkan oleh proses pembangunan yang terburu-buru. Waktu yang diberikan untuk membangun hanya lima bulan, terhitung dari bulan Agustus 2016 sampai Januari 2017. Padahal menurut Ramdan, untuk bangunan gedung yang seperti kampus II, minimal untuk membangunnya diperlukan waktu selama delapan bulan. Namun, karena alasan hendak dipakai, pembangunannya menjadi dipercepat.

Baca juga:  Hijrah Lalu Istiqomah

Dana yang digunakan untuk membangun pun menurut Ramdan terbilang tidak mahal, karena dari dua gedung yang dibangun beserta jalan dan yang lainnya hanya menghabiskan dana kurang lebih 36 miliyar. Itu pun termasuk untuk membayar para pekerja yang jumlahnya sekitar 300 orang. “Kalau yang saya tahu, dana yang digunakan kurang lebih segitu, kalau untuk rinciannya itu ada di dalam berkas yang dipegang oleh pihak kontraktor,” ujar Ramdan menjelaskan.

Ramdan menambahkan, seharusnya gedung kampus II yang baru saja selesai itu tidak dipergunakan terlebih dahulu, hanya saja karena banyak pihak yang sepakat untuk mempergunakannya, akhirnya gedung itu pun digunakan karena sangat diperlukan. “Mengingat keterbatasan jumlah ruang kuliah FTK yang ada di kampus I dengan jumlah mahasiswa FTK yang sangat banyak yang akan membuat kegiatan belajar tidak nyaman,” ujarnya.

Rencananya, pembangunan di kawasan gedung kampus II UIN SGD akan dilanjutkan setelah bulan Juni. Gedung kampus II yang berada di atas lahan seluas 38 hektar itu masih dalam masa pemeliharaan. “Apabila terdapat kerusakan yang disebabkan oleh konstruksi yang kurang baik, termasuk berbagai laporan dan pengaduan mengenai atap yang bocor, akan ditanggung oleh pihak kontraktor,” pungkas Ramdan.

Reporter: Muhammad Mufti/ Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

1 Comment

1 Comment

  1. Dandel

    29 Maret 2017 at 16:42

    Tambahan untuk reporter, gagang pintu jga sudah ada yg lepas dan keramik di tangga lantai 4 pun ada yg sudah lepas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas