Kampusiana

77 Mahasiswa UIN Bandung Siap Ikuti Pionir

Kotingen UIN Bandung menghadari rapat di Aula Student Center Lantai 1, Senin (3/4/2017), yang membahas perihal persiapan pelaksanaan Pekan Ilmiah Olah Raga Seni dan Riset (PIONIR) VIII. (Anggi Nindya Sari/ Magang).

SUAKAONLINE.COM – Sebanyak 77 mahasiswa UIN SGD Bandung, akan diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Ilmiah Olah Raga Seni dan Riset (PIONIR) yang diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Terdapat 20 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, mulai 24 Maret hingga 1 Mei 2017.

Pihak UIN SGD Bandung telah memberikan masing-masing pelatih untuk tiap cabang perlombaan, nantinya peserta akan diseleksi sebelum akhirnya mulai bersiap untuk berlatih dan bertanding di UIN Ar-Raniry Aceh.

Cabang perlombaan yang akan diikut sertakan diantaranya debat Bahasa Inggris, Debat Bahasa Arab, Musabaqah makalah Qur’an, Musabaqah Qiratul Qutub, Futsal, Bola Volley, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Panjat Dinding, Silat, Karate, Basket, Musabaqah Tilawah Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 5 Juz, Musabaqah  Hifdzil Quran (MHQ) 10 Juz, Musabaqah Syahril Quran (MSQ), Kaligrafi, Pop Solo, dan Riset.

Sedangkan untuk cabang olah raga yang tidak dilombakan diantaranya Qiraatul Qutub, Design dan Peragaan Busana Muslim, Puitisasi Alquran, Marawis dan Karya Inovasi Mahasiswa. Kemahasiswaan UIN SGD Bandung, Ano Sutrisno mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan UIN SGD Bandung tidak ikut dalam beberapa lomba.

“Yang tidak diikuti itu takraw, karena kita enggak ada, kita ngga bisa memaksakan harus sepak takraw. Desain busana muslim juga begitu, jadi meskipun ditawarkan tapi di kita kan tidak punya,” jelasnya, Jumat (31/3/2017).

Sejauh ini persiapan yang telah dilakukan sudah sampai 80% dari setiap cabang olah raga. Seperti futsal yang sudah melakukan latihan sejak Januari lalu, dan pengolahan riset yang langsung ditangi oleh Wakil Rektor III UIN SGD Bandung, Muhtar Solihin.

Baca juga:  Wizz_shop Solusi Belanja Murah, Mudah dan Ramah

Salah seorang delegasi dari cabang tenis meja, Anindita Saparina mengaku terpilih karena telah lolos tahap seleksi 25 Februari lalu. Persiapan demi persiapan telah dilakukan, seperti giat latihan, terus menjaga kesehatan, menjaga pola tidur, dan menjaga asupan makanan.

 

Reporter : Anggi Nindya Sari/ Magang

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas