Olahraga

Muamalah dan MPI Berlaga Sengit

 

Dok. Pribadi

SUAKA.ONLINE.COM – Laga kedua grup D yang mempertemukan antara runner up edisi kemarin, muamalah melawan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sempat diwarnain hujan deras dan kondisi lapangan yang memprihatinkan akibat guyuran hujan sehingga menghambat jalannya permainan. Kedua tim pun bermain sama kuat 0- 0, Kamis (6/4/2017)

Pada menit awal dibabak pertama MPI langsung menggebrak dan mengambil inisiatif serangan sehingga menyulitkan para pemain muamalah. Tusukan – tusukan dilakukan pemain sayap MPI, Ali (24). Sayangnya hal itu tidak membuahkan hasil. Muamalah yang kemudian bisa keluar dari tekanan para pemain MPI dan mulai menguasai jalannya laga dibabak pertama.

Muamalah mulai melakukan serangan dari pemain sayap, Rizal (16), tetapi selalu kandas di kaki para pemain bertahan MPI yang bermain solid. Permainan keras diterapkan oleh MPI sering mengakibatkan tearjadinya free kick dan hal ini sangat menguntungkan bagi tim Muamalah, namun kurangnya penyelesaian akhir mengakibatkan peluang terbuang percuma.

Babak kedua dimulai dengan guyuran hujan yang cukup deras. Keadaaan ini tidak memadamkan semangat supporter kedua tim yang terus memberikan dukungan kepada tim kesayangannya. Yel-yel terus bergema mengiringi jalannya laga.

Lapangan yang licin menyulitkan para pemain untuk mengontrol bola. Permain pun sempat menegang saat penyerang MPI, Mendi (10), menerima kartu kuning kedua. Keadaan ini praktis membuat MPI bermainan yang dengan sepuluh orang dan menjadikan kerugian yang sangat besar tentunya.

Memanfaat kelebihan pemain, muamalah terus menyerang pertahanan MPI dan permainan pun seperti condong di wilayah MPI. Melaui sayap mereka, Wireksa (10), Muamalah terus menusuk pertahan di sisi kiri dari MPI. Peluang emas pun tercipta dari pemain bernomor sepuluh itu yang memberikan umpan matang kepada para rekannnya, tapi sekali lagi Muamalah masih belum beruntung sehingga sampai akhir tidak ada satu gol pun yang tercipta.

Baca juga:  Mengkritisi Penggusuran Lewat Cerita Dhemit

 

Reporter : Septian Setiawan/ Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas