Kampusiana

Hadapi Pendidikan Era Globalisasi, HIMATIKA Gelar Seminar Nasional

Pemateri dari President of Indonesian Mathematics Society (IndoMS), Intan Muchtadi saat menyampaikan materi mengenai Kriptologi dalam seminar nasional di Gedung Anwar Musaddad UIN SGD Bandung, Sabtu (22/4/2017). Menurutnya matematika bisa diaplikasikan dengan menggunakan beberapa metode, salah satunya menjaga keamanan berkas agar tidak mudah dibobol hacker. (Edi Setio/ Magang).

SUAKAONLINE.COM – Menghadapi pendidikan pada era globalisasi, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) UIN SGD Bandung gelar seminar nasional di Gedung Anwar Musaddad UIN SGD Bandung, Sabtu (22/4/2017). Acara yang merupakan rangkaian dari Gebyar Pekan Raya Implikasi Matematika (Prima) 2017 itu, mengusung tema ‘Menggali Urgensi Matematika dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Globalisasi’.

Ketua Pelaksana Prima 2017, Moch Aidian Maulana mengungkapkan, dengan mengusung tema tersebut bertujuan agar mahasiswa terutama jurusan pendidikan matematika tidak bingung memilih profesi setelah lulus. “Banyak yang bilang jurusan matematika jadi guru atau dosen, padahal dibalik itu ada pengaplikasian lebih jauh lagi,” jelasnya.

Dalam hal pengaplikasiannya, tambah Aidian ada beberapa konten matematika yang tidak diterapkan di Indonesia, berbeda dengan negara-negara maju yang ada di dunia. Mahasiswa seharusnya sudah melihat jauh kedepan tentang apa yang dibutuhkan di era sekarang ini. “Kalau di negara berkembang ada  5 metode atau konten yang diterapkan,” tambahnya.

Pada era saat ini, teknologilah yang sangat dibutuhkan. Dengan digelarnya seminar ini,  peserta diberikan pembelajaran akan cara pengaplikasian matematika dalam perkembangan teknologi. Menurut penilaiannya, tidak hanya media fiksi saja yang dibutuhkan melainkan juga media software yang mendukung dengan teknologi di era modern.

Acara yang diikuti sebanyak 380 peserta ini, dihadiri oleh dua pemateri. Pada sesi pertama,  materi mengenai kriptologi dipaparkan oleh President of Indonesian Mathematics Society (IndoMS), Intan Muchtadi. Dalam materi ini, dijelaskan bahwa matematika dapat diaplikasikan dengan beberapa metode, salah satunya bagaimana cara seseorang dapat mengunci berkas agar tidak mudah dibobol oleh para hacker. “Kalau anda ingin membobol sesuatu, anda harus jago matematika,” jelas Intan yang juga seorang dosen matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca juga:  Masuk Tahun Ketiga, Sertifikat OPAK Belum Dibagikan

Materi kedua mengenai pengaplikasian matematika dalam kehidupan sehari-hari yang di paparkan oleh Presiden Direktur Klinik MIPA, R. Ridwan Hasan Saputra. Materi disampaikan usai dzuhur oleh Ridwan, yang juga merupakan seorang Pelatih Olimpiade Matematika Nasional dan Internasional.

Aidian berharap, dengan digelarnya seminar nasional ini wawasan mahasiswa terbuka lebih luas lagi. Selain itu, mahasiswa harus mengetahui begitu pentingnya ilmu dalam sebuah kehidupan. “Memang ilmu itu sangat penting, dan kita harus mencari sejauh mungkin. Walaupun ilmu itu, murah, mahal dan sebagainya, namun ilmu harus dikejar terus,” ujar pria Pendidikan Matematika Semester empat itu.

Salah seorang peserta seminar, Yusup Suhendar menilai bahwa kedua pemateri yang disajikan sangat kredibel. “Pokoknya secara keseluruhan kegiatan seminar ini bagus,” ungkapnya. Ia juga berharap sesuai tema yang disajikan oleh panitia, dengan mengikuti seminar tersebut dirinya harus mampu menggali sedalam mungkin urgensi-urgensi yang ada dalam matematika.

 

Reporter : Edi Setio/ Magang

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas