Lintas Kampus

Isu Agama Tercium dan Akan Muncul di Pilgub JABAR 2018

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Adi Marsiela, Aktifis Media Sosial, Hendra Hendrawan dan Akademisi, Selly Riawanti menjadi pemateri dalam acara diskusi publik yang diadakan oleh Meja Indonesia tentang Ancaman Toleransi Terhadap Ketahanan Bangsa: Peran Pemerintah, Akademisi, Mahasiswa dan Pers dalam Merawat Kebinekaan, dilaksanakan di Institut Francais Indonesia (IFI), Jalan Purnawarman Nomor 32 Kota Bandung, Selasa (25/4/2017). Acara ini diselenggrakan oleh Meja Indonesia yang bekerja sama dengan Lingkar Khatulistiwa Institute (Ismail Abdurahman Azizi/ SUAKA)

 

SUAKAONLINE.COM – Isu agama diprediksi akan terangkat dalam pemilihan gubernur di Jawa Barat pada tahun 2018 mendatang, setelah sebelumnya terangkat -dan berpengaruh besar- di pilgub DKI Jakarta. Agama yang bersifat dogmatis bisa jadi telah dimanfaatkan oleh para pelaku politik untuk mencapai tujuannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis media sosial, Hendra Hendrawan dalam diskusi publik yang bertajuk “Ancaman Intoleransi terhadap Ketahanan Bangsa : Peran pemerintah, Akademisi, Mahasiswa dan pers dalam merawat kebhinekaan”. Acara ini diinisiasi oleh Meja Indonesia dan bekerja sama dengan Lingkar Khatulistiwa Institute yang diselenggarakan di Auditorium IFI Bandung, Selasa (25/04/2017).

Menurut Hendra, pemanfaatan isu agama ini bukan hanya untuk dapat memenangkan persaingan dalam Pilgub, namun tentang berhasil atau tidaknya metode tersebut diterapkan ke masyarakat. “Melihat hasil kemarin di Jakarta, bisa dikatakan isu ini berhasil,” ucapnya. Ia pun menambahkan bahwa mengangkat isu agama adalah hal yang tidak adil karena melakukan propaganda pada aspek yang benar–benar fundamental dan bisa memanfaatkan masyarakat bawah yang memiliki wawasan yang berbeda.

Kemudian Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, Adi Marsiela mengatakan jika isu agama di Pilgub Jabar sudah terendus dalam pemberitaan di media. Salah satunya tentang isu pembangunan rumah ibadah nonmuslim yang dilakukan oleh Ridwal Kamil, yang merupakan kandidat kuat Calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Baca juga:  Segudang PR untuk Wisuda 68

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengaku telah difitnah tentang pemberitaan mengenai pemberian izin pendirian 300 tempat ibadah nonmuslim di daerah Bandung (tempo.co , nertalistas.com). Ia berdalih bahwa itu adalah jumlah penerbitan izin rumah ibadah nonmuslim yang ada di kota Bandung semenjak zaman Belanda hingga sekarang.

Padahal pada akhir Januari lalu, tepat ketika ia di daulat sebagai tokoh penggerak Pluralisme (repbulika.co.id , regional.kompas.com), ia mengatakan bahwa selama hampir 5 tahun menjabat sebagai wali kota, ia telah memberikan izin pembangunan 300 rumah ibadah nonmuslim. “Saya tidak menyudutkan siapapun disini, ini hanyalah tugas jurnalis untuk menyuguhkan fakta yang ada,” ungkap ketua AJI kota Bandung tersebut.

Menurut Antropolog, Selly Riawanti, agar tak lagi merebaknya isu toleransi yang sangat tercium di media sosial, ia menuntut harus ada peran yang sungguh–sungguh dari pemerintah pada institusi pendidikan. “Pemerintah tetap harus menegakkan hukum HAM dan ketertiban ruang publik, bertanggung jawab untuk segera bertindak dalam kasus-kasus intoleransi. Pendidikan sekolah harus menambah intelektualisme, dan  menambah ruang dan waktu untuk menumbuhkan kemampuan afektif-motorik dalam kehidupan bersama yang menghargai kebhinekaan,” pukasnya.

 

Reporter : Nizar Al Fadillah

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas