Lintas Kampus

UU Keterbukaan Informasi Publik Timbulkan Banyak PR

Direktur PT. Chelonind, Indriyatno Banyumurti membedah Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Auditorium Prime Park Hotel Kota Bandung, Minggu (30/4/2017). Bedah Website PPID merupakan salah satu rangkaian acara dalam peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2017 yang digelar atas kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung dengan Relawan TIK Kota Bandung. (Edi Setio/ Magang)

 

SUAKAONLINE.COM – Dalam Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional, Minggu (30/4/2017), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengungkapkan bahwa adanya undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menimbulkan banyak pekerjaan rumah (PR). Pihaknya akan berusaha agar UU tersebut dapat terimplementasikan dengan baik.

Dengan adanya undang-undang keterbukaan informasi, perkembangan teknologi, juga open data merupakan suatu tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. “Kita (Diskominfo) memang banyak PR yang harus kita laksanakan bersama-sama. Agar implementasi undang-undang ini dapat kita laksanakan dengan optimal di Kota Bandung,” ungkap Ahyani.

Dalam mengerjakan PRnya, Diskominfo Kota Bandung bekerja sama dengan Relawan TIK Kota Bandung menggelar diskusi yang digelar bersama Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2017 di Prime Park Hotel, Jalan PH.H Mustofa Kota Bandung pada Minggu (30/42017). Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan ajang untuk memperkuat komitmen antara pemerintah Kota Bandung dengan masyarakat.

Ahyani sangat berterimakasih kepada Relawan TIK Kota Bandung yang telah bersinergi dan berpartisipasi untuk mewujudkan Kota Bandung menjadi pemerintahan yang terbuka. Selain itu PR Diskominfo Kota Bandung adalah mencerdaskan masyarakat Kota Bandung dalam memanfaatkan teknologi informasi, yaitu mengarahkan masyarakat menjadi produktif saat menggunakan teknologi.

Direktur PT. Chelonind, Indriyatno Banyumurti menegaskan bahwa dalam penelitiannya mengenai studi kelayakan daerah yang tengah dilakukan bersama Open Data Labs juga kantor Staff Kepresidenan, salah satu kriterianya yaitu pemerintah dapat berkolaborasi dengan lembaga lain. Hal tersebut merupakan sebuah indikator bagaimana sebuah Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membangun keterbukaan. Kegiatan yang digelar kali ini, menurutnya sebuah pembuktian bahwa Pemerintah Kota Bandung sudah melaksanakan kolaborasi yang menjadi sebuah kriteria.

Baca juga:  Warga Kebon Jeruk Kembali Melawan

Dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2010, tambah Banyumurti, telah disebutkan secara jelas bahwa setiap badan publik wajib menyediakan sarana dan prasarana layanan informasi publik termasuk pengumuman dan informasi disetiap badan publik. Bagi badan publik negara ataupun pemerintahan, menurutnya harus mempunyai sebuah situs resmi. Situs yang dikatakan resmi, yaitu situs dengan domain .co.id yang harus memiliki surat pengajuan dari instansi terkait dan persetujuan dari pihak Kominfo.

Dalam situs resmi tersebut, badan publik negara wajib memuat informasi yang dikategorikan. Diantaranya, informasi yang harus disebar secara berkala, informasi yang serta merta, juga informasi yang hanya boleh didapat dengan diterkecualikan. “Apa yang harus ditampilkan di situs resmi tersebut? dalam Pasal 20nya (Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2010)                bahwa badan publik negara wajib mengumumkan informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala,” ujar pria yang juga seorang konsultan TIK.

Selain sebagai ajang komitmen Diskominfo dalam mewujudkan UU Keterbukaan Informasi Publik, kegiatan yang bertema “Peran Relawan TIK dalam Mendukung Open Geoverment” itu juga dimaksudkan untuk membuat sebuah rencana kerja yang strategis melalui saling bertukar pikiran. Maksud tersebut bertujuan agar dapat memberdayakan TIK dalam penyebarluasan informasi khususnya kepada masyarakat Kota Bandung.

 

Reporter : Edi Setio/ Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas