Kampusiana

Memahami Tuhan dari Sisi Lain

Budayawan, Sudjiwo Tedjo (Kiri) dan Buya Kamba (Kanan) memaparkan isi kandungan buku yang berjudul “Tuhan Maha Asyik” dalam acara Bedah Buku CSSMORA di Aula Abjan Soelaeman, Kamis, (4/5/2017). Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang diadakan oleh CSSMORA. (Andis Andriawan/ Magang)

 

SUAKANLINE.COM – Bedah buku menjadi salah satu program rutin tahunan yang diadakan oleh Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA), yang digelar di Aula Abdjan Soelaeman, UIN SGD Bandung, Kamis, (4/5/2017). Dalam kegiatannya kali ini, CSSMORA melakukan kegiatan bedah buku dengan tema ‘Tuhan Maha Asik’ Karangan salah seorang budayawan dan penulis, Sudjiwo Tedjo beserta Buya Kamba.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 3, Muhtar Solihin, Sudjiwo Tedjo atau yang akrab disapa Mbah Tedjo, memimpin langsung jalannya bedah buku dengan sambutan yang diteruskan dengan menceritakan filosofis dan hal terpenting yang terkandung dalam buku baru yang dirilis beberapa bulan lalu tersebut.

Menurut pria lulusan ITB tersebut, inspirasinya dalam menulis buku berasal dari pemikirannya tentang segala kebijakan dan kearifan yang Tuhan berikan. Serta dari suasana keberagamaan saat ini yang sering kali mempetak – petakaan satu dengan lainnya. “Inspirasi pembuatan buku ini sebenarnya bermula dari suasana keberagamaan yang sering kali dipetak – petakan dan hal tersebut dapat membuat perpecahan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, saat membicarakan tentang Tuhan, seharusnya dilakukan secara santai sama hal-nya seperti saat penulisan buku yang ia lakukan bersama Buya Kumba. Selain itu, buku ‘Tuhan Maha Asyik’ ini menggambarkan konsep mengenal Tuhan secara menyeluruh, serta membutuhkan pengkajian dan pemahaman yang mendalam agar tidak salah mengartikan.

Baca juga:  Bela Al - Aqsha, Masa Aksi Gelar Long March

Menurut Muhtar Solihin, dalam buku tersebut mengandung nilai perspektif filosofis, metafisik, spiritual, serta estetis yang begitu indah jika berdekatan langsung dengan Tuhan yang maha asyik. “Buku Tuhan Maha Asyik ini jika kita amati terdapat empat nilai perspektif yang kesemuanya berkaitan erat dengan tuhan,” tambahnya.

Buku yang disajikan secara ‘renyah’ ini, memiliki beberapa judul yang menggunakan dialog dalam penyampaiannya. Hal tersebut bertujuan agar pemahaman isi dari buku tersebut dapat mudah dipahami terutama bagi kalangan mahasiswa. Melalui kisah – kisah singkat dan  berbagai analogi, buku tersebut mengajak bagi pembacanya agar meluaskan hati dan pemikiran untuk menampung ide tentang ketuhanan dan keagamaan.

Buku tersebut juga berisi tentang siapapun yang mempunyai perbedaan dalam keagamaan, namun selama masih punya hati maka akan mendapatkan pencerahan dan memandang bahwa perbedaan tersebut akan menciptakan sesuatu yang indah dalam kehidupan. Dalam buku ini juga berisi tentang alasan Tuhan menciptakan manusia yang erat kaitannya dengan surat dalam Al – qur’an.

Reporter : Andis Andriawan/ Magang

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas