Lintas Kampus

Kronologi Penangkapan Wartawan LPM BOM Oleh Polrestabes Medan

Dok. Pribadi

 

SUAKAONLINE.COM – Saat terjadi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara dalam menanggapi momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Simpang Pos Padang Bulan, Pimpinan Redaksi (Pimred) Lembaga Pers Mahasiswa Bursa Obrolan Mahasiswa (BOM), ITM Institut Teknologi Medan (LPM  ITM) menugaskan tiga orang Badan Pengurus Harian (BPH) untuk meliput aksi tersebut.

Tepat pukul 13.30 WIB, Jackson Ricky Sitepu sampai di lokasi dan segera melakukan peliputan sebagaimana mestinya dan disusul juga oleh Fikri Arif yang tiba di lokasi. Berbeda dengan Fadel yang memang telah hadir di lokasi sejak pagi hari namun baru mendapatkan surat tugas pada siang hari.

Saat melakukan peliputan di Simpang Pos, keadaan baik-baik saja tanpa terjadi sebuah pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. Bahkan saat massa aksi melakukan perjalanan dari Simpang Pos sampai ke lampu merah Simpang Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), masih tetapi melakukan tugas-tugas pers dengan profesional.

Namun situasi massa memanas saat ban bekas mulai dibakar oleh massa dan pihak kepolisian berdatangan beserta kendaraan barakudanya, namun ketiga wartawan tersebut tetap berada dekat pada barisan kepolisian dan Brimob. Situasi semakin memanas saat massa aksi berpindah ke depan pintu gerbang taman kampus USU dan kembali membakar ban.

Provokasi dari berbagai pihak preman setempat dan intel mulai mewarnai aksi mahasiswa tersebut, sehingga terjadi bentrokan secara tiba-tiba antara massa aksi dengan masyarakat dan pihak aparatur negara. Ketiga wartawan masih berada dekat barisan aparatur negara yang semakin mendekat ke gerbang kampus USU bahkan sampai masuk kedalam kampus.

Saat berada di dalam kampus, kira-kira 10 meter dari gerbang, wartawan LPM BOM ITM bernama Jackson Ricky Sitepu dihalangi oleh oknum yang kabarnya adalah Intelejen. Sebelum meninggalkan lokasi, Ricky Jakson Sitepu sempat melihat Fadel Muhammad Harahap ditarik oknum dan jatuh tersungkur ke aspal. Sementara itu Fikri Arif tidak dapat terlihat lagi dilapangan.

Baca juga:  Majelis Patani Bicarakan Perdamaian

Saat dihubungi Pimpinan Umum,Syahyan P. Damanik kedua wartawan LPM BOM ITM mengatakan bahwa mereka telah berada di kantor Polrestabes Medan. Mereka ditangkap oleh kepolisian saat melakukan tugas reportasenya, meskipun mereka sudah menunjukkan surat tugas kepada masyarakat dan kepolisian saat peliputan.

Namun pihak kepolisian tidak menanggapi dengan baik dan tetap menahan mereka. “Kami ditangkap Wa, udah kami tunjukkan surat tugas tapi gak percaya orang itu, cepatlah kesini Wa, udah mau geger otak aku,” ucap Fadel Muhammad Harahap melalui telepon genggam sebelum akhirnya ketahuan oleh polisi dan putus komunikasi.

Pada tanggal 4 Mei 2017 kurang lebih pukul 18.00 WIB, Pimpinan Umum LPM BOM ITM dibawa ke kantor Polrestabes Medan untuk diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan, Pemimpin Umum LPM BOM dibebaskan karena tidak ada bukti yang memberatkan untuk menjadi tersangka. Sebelum pulang dirinya bertemu dengan Fikri Arif dan Fadel Muhammad Harahap di Ruang Pemeriksaan Unit Ranmor.

Saat itu kondisi kedua wartawan tersebut sangat memperihatinkan dimana Fikri Arif mengalami luka lebam di bagian wajah dan mengaku penglihatan sebelah kiri tidak jelas. Sedangkan Fadel Muhammad Harahap hanya tertunduk lesu ketika dimintai keterangan karena luka di kepala. Keadaan kedua wartawan tersebut menggunakan baju tahanan dan tangan diborgol dan mereka duduk di kursi terpisah dan menjawab pertanyaan oleh tim pemeriksa.

Oleh sebab itu, LPM BOM ITM menyuarakan dan menuntut bahwa kebebasan pers harga mati dan tidak dapat ditawar sampai mati, Kapolrestabes harus meletakkan jabatannya sekarang juga, adili seadil-adilnya pelaku pemukulan kader kami saat meliput aksi Hardiknas, Polrestabes harus meminta maaf kepada kedua kader dan kepada LPM BOM ITM secara tertulis.

Baca juga:  PBAK dipegang Penuh Birokrasi, Panitia Mahasiswa Angkat Tangan

Dalam hal ini pun, PPMI Kota Malang menutut agar. Pertama, Bebaskan Pers Mahasiswa LPM BOM Institut Teknologi Medan dan Aktivis Universitas Sumatera Utara. Kedua, Menuntut pihak kepolisian Polrestabes Medan untuk meminta maaf terhadap LPM BOM dan Mahasiswa USU. Ketiga, Mengadili oknum yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Pers Mahasiswa dan Aktivis yang mengikuti aksi Hardiknas.

 

Reporter : Puji Fauziah

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas