Kampusiana

Orientasi Job Training Ilmu Komunikasi

(Dari kiri) Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Darajat Wibawa menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa perihal pelaksanaan Job Training pada Orientasi Job Training Jurusan Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung, Selasa (13/06/2017). (Isma Dwi Ardiyanti/ SUAKA)

 

SUAKAONLINE.COM – Jurusan Ilmu Komunikasi menyelenggarakan orientasi job training Ilmu Komunikasi di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN SGD Bandung, Selasa (13/06/2017). Dekan FDK, Ahmad Sarbini menilai pelaksanaan job training tahun ini cukup unik karena dilaksanakan pada bulan Ramadhan dan menjelang pelaksanaan program universitas yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ahmad Sarbini mengatakakan job training merupakan kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa semester VI menuju semester VII, sebagaii salah satu komitmen FDK dalam menyelenggarakan tahapan akademik. Selain itu, job training menjadi ajang untuk mengukur kompetensi yang dimiliki baik teori atau praktik pada kehidupan nyata di masyarakat,

Ahmad Sarbini menilai job training efektif sebagai ajang pengamatan singkat atau penelitian sederhana terkait perkembangan kebutuhan masyarakat, agar selanjutnya menjadi bahan kajian untuk memperbaiki kelemahan dan menyempurnakan kurikulum yang sudah ada.

Diakhir penjelasannya, Ahmad Sarbini mengatakanpentingnya pelaksanaan job training untuk ajang pengenalan dan penyaluran mahasiswa di dunia kerja. “Tidak sedikit kakak tingkat kalian mendapat pekerjaan yang baik dan bagus itu salah satu medianya dari kegiatan job training ini. Dengan pendekatan dan jaringan komunikasi yang dibangun selama job training,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Enjang AS menyampaikan teknis pelaksanaan job training Jurusan Ilmu Komunikasi. Ia mengatakan, setelah mahasiswa mengikuti orientasi job training, dan sudah memiliki lokasi yang dijadikan target, diharapkan mahasiswa langsung melakukan studi penjajakan atau eksplorasi lokasi untuk mengambil data yang banyak. Tahap selanjutnya yaitu konsultasi dengan dosen pembimbing masing-masing, dan dilanjutkan dengan menyusun desain job training.

Enjang berharap, ketika menyusun desain mahasiswa memanfatkan hasil studi penjajakan sebagai bahan pijakan dalam menentukan rancangan program sesuai dengan akurasi dan prediksi. Selain itu, diharapkan mahasiswa agar mampu mensinergikan program yang sedang atau dilaksanakan oleh perusahaan atau media yang menjadi target job training.

Setelah desain disusun dan mendapat persetujuan dari dosen pembimbing dan dosen lapangan, job training sudah bisa dilakukan. Perihal penyusunan desain, Enjang akan menekankan kepada para dosen pembimbing untuk tidak membimbing mahasiswa yang tidak menyusun desain, dan tidak menerima desain mahasiswa yang sudah melakukan job training. “Desain harus disusun sebelum pelaksanaan, jadi untuk mahasiswa yang sudah job training dan belum menyusun desain, wayahna mengulang,” jelas Enjang.

Baca juga:  Bawaslu Ajak Mahasiswa Sukseskan Pemilu

Namun Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Darajat Wibawa akan meminta kebijakan kepada pihak fakultas untuk mahasiswa yang sudah lebih dulu melakukan job training dan belum membuat desain agar dapat melakukan bimbingan dengan jurusan, supaya tidak mengulang.

Pada tahap implementasi program selama job training, diharapkan mahasiswa memperhatikan beberapa hal seperti membangun komunikasi atau interaksi yang baik, memperhatikan kode etik yang berlaku, memperhatikan penampilan dan juga agar ketika selesai kegiatan, mahasiswa dapat pamit dengan baik sehingga memberikan kesan baik pada perusahaan atau media yang bersangkutan.

Kemudian pada tahap akhir yaitu membuat laporan untuk selanjutnya mengikuti seminar job training sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.  Dalam pelaksanaan job training, fakultas telah membatasi waktu hingga minggu ketiga bulan juli karena mengingat awal Agustus merupakan program Universitas, yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun fakultas tetap memberikan waktu fleksibel bagi mereka yang hendak melakukan job training setelah KKN.

Enjang berharap agar mahasiswa memilih tempat job training yang bonafide. “Pilih tempat yang bonafide dan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan kalian. Juga pilih perusahaan atau media yang dibidik untuk kerja kalian nantinya,” harapnya diakhir acara.

 

Reporter : Isma Dwi Ardiyanti

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas