Hukum dan Kriminal

PT KAI Kembali Melayangkan Surat Pembongkaran

Kuasa hukum warga Asri Vidia Dewi sedang memberikan konfirmasi kepada awak media dan warga yang hadir usai menemui petugas polrestabes Bandung, Kamis (13/7/2017). (Awallina Ilmiakhanza/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Pagi hari pada Rabu 12 Juli 2017, seluruh penghuni Jalan Stasiun Barat RW.02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandung, mendapat surat dari PT. KAI (Kereta Api Indonesia) yang isinya adalah pemberitahuan pembongkaran semua bangunan di sepanjang jalan Stasiun Barat. PT. KAI juga mengancam akan membongkar paksa bangunan pada 19 Juli 2017.

Warga menilai hal tersebut sebagai sebuah tindakan ancaman dan bentuk pelanggaran hukum. Karena pada tanggal 31 Mei, PT. KAI telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum saat melakukan penggusuran pada warga RT. 03 berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Bandung nomor 380/PDT.G/2016/PN.BDG. Pembongkaran tersebut akan menjadi pembongkaran yang kedua bagi warga.

Kemudian hari ini, Kamis (13/7/2017) sejumlah warga Kebon Jeruk mengunjungi Polrestabes Bandung untuk meminta perlindungan hukum atas surat pembongkaran yang dilayangkan pada mereka. Dengan didampingi Kuasa Hukum, Asri Vidia Dewi sejumlah masyarakat berbondong-bondong dengan mengenakan kostum hitam pada pukul 11 pagi.

Atas tindakan mal hukum dari PT. KAI Daop 2 tersebut, akhirnya warga memutuskan untuk mendatangi Polrestabes Bandung untuk segera ditindaklanjuti. Dengan ditemani kuasa hukumnya, warga menanti putusan Polres dari surat permohonan selama satu jam untuk proses kedepannya. Namun warga harus menelan pil pahit hari ini, pihak Polrestabes yang ditemui Asri mengatakan masih akan mempelajari kasusnya terlebih dahulu.

Asri mengaku kecewa bahkan ia tak biasa menahan air mata ketika harus kembali melihat warga Kebon Jeruk dipindahkan paksa. Ia bersama seluruh warga yang hadir berharap pihak kepolisian segera pasang badan, khawatir pembongkaran pada 19 Juli mendatang terjadi bentrok.

Baca juga:  Sistem Kontrol KKN Gunakan Line Here

Asri juga mengatakan sudah satu tahun warga Kebon Jeruk terintimidasi oleh kebijakan yang jelas salah. Dalam keterangannya ia tak akan tinggal diam hingga PT KAI berhenti melakukan klaim atas tanah yang dimiliki warga. “Sekarang tinggal bertahan dan lawan,” ujarnya.

Salah seorang warga, Hamdiah (27) mengatakan saat penggusuran pertama ia sedang berada di rumah sakit, sehingga barang-barang rumah tangga dan barang dagangannya hilang entah kemana. Sambil menggendong sang anak yang masih berusia 1 tahun, Hamdiah berharap PT KAI segera mengehentikan tindakannya. “Inginnya bertahan, harus malah. Tapi kalau tidak ada perlindungan mau bagaimana.” tutup dia.

 

Reporter : Awallina Ilmiakhanza

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas