Kampusiana

Sistem Kontrol KKN Gunakan Line Here

Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Ramdani Wahyu Sururie tengah memberikan pembekalan kepada seluruh Ketua Kelompok Peserta (KKP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis sistem pemberdayaan masyarakat (Sisdamas) di Aula Anwar Musaddad, Selasa (25/7/2017). (Rendy M. Muthaqin/SUAKA)

 

SUAKAONLINE.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) kembali menggunakan sistem Line Here sebagai alat untuk mengontrol keberadaan peserta KKN Sisdamas 2017. Hal tersebut disampaikan saat pembekalan pelatihan bagi Ketua Kelompok Peserta (KKP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pemberdayakan masyarakat (Sisdamas), Selasa, (25/7/2017) di Gedung Anwar Musaddad.

Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Ramdani Wahyu Sururie mengungkapkan para peserta akan diwajibkan mendownload apikasi Line Here, ia mengatakan di tahun sebelumnya sebenarnya sudah dicanangkan, namun untuk tahun ini akan dilakukan secara massif. Selain memudahkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengontrol peserta, juga memberikan rasa tanggung jawab kepada peserta supaya tidak meninggalkan lokasi KKN begitu saja.

Ramdani menambahkan, KKN Sisdamas kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Sebanyak tujuh siklus yang digagas pada tahun lalu akan lebih disederhanakan menjadi empat siklus. Siklus pertama, peserta akan melakukan sosialisasi awal, rembug warga dan refleksi sosial. Kedua, pemetaan sosial dan pengorganisasian masyarakat. Ketiga, peserta harus melakukan perencanaan partisipatif dan sinergi program. Terakhir, pelaksanaan program dan monitoring evaluasi.

Ramdani berharap, untuk peserta KKN nantinya bisa terus terhubung dengan masyarakat, DPL, dan instansi setempat. Sehingga bisa berkelanjutan dalam pemberdayaan dan pengabdian. “Jadi bukan hanya di KKN dan masalah ditinggalkan saja, terutama kader-kader pemberdaya yang di buat mahasiswa di lokasi KKN. Bahkan setelah KKN selesai pun, mereka terus melanjutkan komunikasi bahkan masih menjadikan tempat bertanya oleh masyarakat jika sudah kembali ke kampus,” pungkasnya.

Baca juga:  Acara Puncak Biologi Anniversary Ke - 11

Sedangkan menurut peserta KKN, Mochammad Ersyad mengaku lebih terbantu dengan aplikasi Line Here. Pasalnya ia bisa mengetahui keberadaan anggota kelompoknya dan bisa lebih terawasi. “Walaupun ini masih baru dan belum maksimal, setidaknya ini usaha untuk mensukseskan KKN,” ujarnya.

Pembekalan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh setiap delegasi kelompok. Sebanyak 4.789 peserta rencananya akan diberangkatkan menjadi dua kloter, untuk  wilayah Majalengka dan Banjar pada 1 Agustus 2017. Sedangkan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat akan diberangkatkan pada 2 Agustus 2017.

Reporter : Rendy M. Muthaqin

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas