Kampusiana

Orientasi Praktik Keguruan 2017

Sekretaris Lab. Micro Teaching, Dian Ekawati sedang menyampaikan materi Orientasi Praktik Keguruan (OPK) di Aula Utama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Selasa (25/07/2017).

SUAKAONLINE.COM – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menggelar Orientasi Praktik Keguruan (OPK) bagi mahasiswa yang akan segera mengikuti PPL (Program Pengalaman Lapangan). Orientasi tersebut dilaksanakan di Aula Utama FTK, Selasa (25/07/2017). Selain itu, OPK juga merupakan salah satu prasyarat mahasiswa untuk mengikuti PPL.

Menurut Wadek 3 Bagian Akademik, Ujang Dedih mengatakan mahasiswa calon guru tidak akan menjadi guru yang komprehensif jika tidak dibekali dengan pengalaman. Mahasiswa boleh jadi memahami teori yang berkaitan dengan keguruan baik itu dalam aspek kurikulum hingga aspek lingkungan sekolah. Namun pada kegiatan PPL mahasiswa akan mengerti bagaimana menghadapi murid yang sebenarnya.

Pelaksanaan PPL tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya satu bulan, setiap peserta akan melaksanakan praktik mengajar langsung di sekolah selama tiga bulan, yaitu pada bulan September hingga Desember. PPL ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dalam menjalankan profesinya. Serta melatih berpikir kritis menggunakan prosedur ilmiah untuk menyelesaikan masalah kependidikan.

Sekretaris Lab. Micro Teaching, Dian Ekawati berharap  agar perbedaan pelaksanaan PPL tahun ini tidak menjadi beban bagi mahasiswa.”Walaupun PPL tahun ini dilaksanakan selama 3 bulan dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ini adalah anugerah. Karena mahasiswa peserta PPL tahun ini  bisa mencari ilmu dan pengalaman lebih banyak,” tutur Dian.

Peserta PPL tahun ini sebanyak 935 orang dari seluruh jurusan dan prodi yang ada di FTK. Peserta PPL akan melakukan praktik disekitaran Cileunyi, Gede Bage, hingga Ujung Berung. PPL kali ini pun  melibatkan MA/SMA, MTs/SMP, MI/SD, RA/PIAUD serta Kantor Kementrian Agama untuk mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Baca juga:  Kritik Toleransi yang Intoleran

Setiap mahasiswa peserta PPL akan mengajar mandiri sebanyak 9 kali. Mahasiswa pun harus terlibat dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah. Mahasiswa jurusan pada satu sekolah yang sama akan membuat observasi awal sekolah dan Laporan PPL secara berkelompok. Kemudian mahasiswa akan dinilai oleh guru pamong di sekolah dan dosen pembimbing PPL. Walaupun begitu yang berhak memberi nilai akhir adalah dosen pembimbing. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh sekolah.

Nilai akhir terdiri dari nilai penampilan mandiri, nilai laporan akhir PPL, nilai intra dan ekstra kurikuler. “Jadi PPL tidak akan ada ujian akhiir ya,” tutup Dian yang langsung disambut oleh tepuk tangan peserta.

Reporter : Gisna Maulida Q

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas