Kampusiana

Musti Digelar, Kunci Aula Hilang

Wakil Rektor III Muchtar Solihin (kiri) dan Ketua Bidang Akademik Ano Sutrisno (kanan) saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Tingkat Tinggi (Musti) Senat Mahasiswa UIN SGD Bandung, di Aula Rektorat Lantai 2, Kamis (27/7/2017). (Muhamad Emiriza/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Setelah diundur dari jadwal yang sudah ditentukan, akhirnya Musyawarah Tingkat Tinggi (Musti) Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN SGD Bandung digelar di Aula Rektorat Lantai 2, Kamis (27/7/2017). Musti yang digelar tanpa delegasi dari fakultas Ushuluddin itu pun dibuka oleh Ketua Bidang Kemahasiswaan, Ano Sutrisno dan Wakil Rektor III, Muchtar Solihin.

Kericuhan sudah mulai terjadi tidak lama setelah pembukaan oleh Wakil Rektor III, Muchtar Solihin. Ketua Sema Fakultas Ushuluddin, Muhammad Abdul Jabar masuk kedalam forum Musti dan Muchtar Solihin mempertanyakan pihak Sema-U yang memperbolehkan dia masuk.

Walau sempat terjadi kericuhan, namun kejadian tersebut bisa terselesaikan saat pihak Sema-U menjelaskan kehadiran Muhammad Abdul Jabar adalah untuk meminta klarifikasi delegasi dari Ushuludin yang bermasalah. Muchtar Solihin mengatakan jika alur untuk maju menjadi delegasi Sema-U adalah KPU-Wadek III-Warek III. Sedangkan Ushuluddin alurnya KPU-Warek III. “Tidak ada Wadek III, tetapi setelah saya selidiki ternyata kesalahan ada di Wakil Dekan Fakultas III Ushuluddin sebenarnya,” ungkapnya.

Muhammad Abdul Jabar pun berada di forum Musti hanya pada pembukaan saja. Sebelum istirahat pertama, delegasi Sema dari UKM/UKK, Umar mengatakan sudah muak dengan perebutan kekuasaan yang didalangi oleh organisasi ekstra dan mengusulkan untuk melibatkan lebih banyak perwakilan dari pihak UKM/UKK.

Muchtar Solihin pun setuju dengan pernyataan Umar dan mengatakan jika masih terjadi perebutan kekuasaan, dirinya akan mengadakan rapat pimpinan untuk membatasi kegiatan organisasi ekstra di kampus. “Perwakilan dari UKM/UKK untuk Senat Mahasiswa bahkan sampai 50+1,” terangnya.

Baca juga:  Menakar Arah Gerak Organ Ekstra di UIN Bandung

Musti pun berjalan kembali sebelum akhirnya kejadian janggal terjadi tepat sesudah disetujuinya istirahat kedua selama 2×15 menit. Sidang Musti tidak dapat dilanjutkan kembali dengan alasan kunci Aula Rektorat yang hilang,  Sterring Comitte, Azis Surono yang tidak kunjung datang dan anggota sidang yang pada mulanya 19 orang menjadi 12 orang.

Tanjung yang merupakan delegasi Sema-U dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Daus dari Fakultas Saintek pun merasa heran dengan kejadian tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak harus terjadi dan ketidak hadiran Azis Surono sebagai Sterring Comitte pun patut dipertanyakan. “Ya mungkin, Azis dan 6 orang itu ada keperluan atau apa lah saya tidak mau beranggapan yang tidak-tidak, husnudzon saja lah,” ujarnya saat ditemui di depan Rektorat.

Musyawarah Tingkat Tinggi (Musti) Sema-U pun terhenti dengan ketidak jelasan waktu dan tempat. Azis Surono yang akhirnya datang mengatakan jika Musti tidak bisa dilajutkan karena sudah malam. “Paling saya usahakan besok (Jumat) untuk digelar kembali, tetapi untuk waktu dan tempat menyusul,” ujarnya.

 

Reporter : Muhamad Emiriza

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas