Kampusiana

Sebaris Djati Tampil di Festival Rakyat Yunani

Sanggar Seni Sebaris Djati tengah berfoto bersama Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Adab dan Humainora,Wakil Dekan III dan Ketua Jurusan Sastra Inggris di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, Kamis (27/7/2017). Komunitas dari sastra inggris ini menjadi perwakilan negara Indonesia untuk tampil di negara Yunani. (Rafi Fachmi/ Suaka)

SUAKAONLINE.COM Mewakili Rektor yang berhalangan hadir, Wakil Rektor II Oyo Sunaryo Mukhlas melepas mahasiswa-mahsiswi yang tergabung dalam komunitas kesenian Sebaris Djati untuk tampil di Yunani pada tanggal 28 Juli hingga 7 Agustus. Bertempat  di Aula Fakultas Adab dan Humaniora lantai 4, Kamis (27/7/2017).

Sebaris Djati merupakan komunitas seni yang ada di Jurusan Sastra inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung. Pada akhir bulan tahun lalu mendapat undangan dari KBRI Yunani untuk tampil dalam kegiatan 13th Folkdance Festival Aigo Patras Greece dan 4rd International Traditional Dance Festival of Nea Anchialos yang berlangsung di dua kota yaitu Patras dan Anchialos, Yunani.

Menurut ketua pelaksana, Benyamin Fasa tujuan utama dari kegiatan ini juga sebagai ajang promosi budaya Indonesia. “Kita pengen semua orang di dunia tahu kalau Indonesia itu memiliki budaya beraneka ragam,” ungkapnya. Nantinya Sebaris Djati akan mementaskan kesenian rakyat nusantara yakni Tari Saman, Tari Piring, Tari Merak, Doger Kontrak, Tari Kecak, Tari Gilipang, Tari Giring-Giring, Tari Papua, Pencak Silat, Parade Angklung dan Sebuah Sendra Tari Hikayat Sunan Gunung Djati.

Dari 90 orang yang mengikuti seleksi tersisa 26 orang yang nantinya berangkat ke negara tersebut, termasuk dosen dan pelatih. Selama sepuluh hari mereka akan tampil di dua kota yang berbeda yaitu Patras dan Anchialos. Tidak hanya itu mereka juga akan mengujungi dan bertemu langsung dengan KBRI di sana.

Baca juga:  Acara Puncak Biologi Anniversary Ke - 11

Warek II Oyo Sunaryo Mukhlas mengatakan jika pimpinan universitas sangat mengapresiasi dengan keikut sertaan Sebaris Djati. Menurutnya kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengenalkan UIN SGD Bandung ditaraf internasional sebagai kampus yang beridentitas islam,  dapat juga berkontribusi dalam kegiatan kesenian.

Tidak hanya itu, Oyo juga berharap dengan kegiatan ini bisa jadi motivasi bagi fakultas-fakultas lain untuk bisa tampil di kancah internasional. “Sebab potensi-potensi itu Insyaallah dimiliki setiap fakultas di universitas ini. Saya hadiri di sini juga untuk memberi motivasi,” ungkapnya.

Salah satu peserta yang ikut berangkat, Dwi Ayu Wahyuni merasa bangga bisa diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan seperti ini. Ia berharap semoga ada lagi seniman-seniman dari UIN Bandung dan Sastra Inggris yang bisa go Internasional untuk mengenalkan budaya Indonesia.

Reporter : Rafi Fachmi

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas