Lintas Kampus

Wali Kota Banjar Beharap KKN Sisdamas Mampu Tingkatkan IPM

Ketua Lembaga Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Ramdani Wahyu Sururie bersamalam dengan Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih setelah acara pemberian cinderamata di lapangan Kantor Wali Kota Banjar, Selasa (1/8/2017). Acara ini sekaligus menyambut 1050 mahasiswa KKN Sisdamas UIN SGD Bandung yang akan disebar di empat kecamatan yang ada di Kota Banjar. (Selasa, 1/8/2017). (Muhammad Iqbal/ SUAKA).

SUAKAONLINE.COM – Di usianya yang ke 14 tahun, pemerintah Kota Banjar perlu banyak bebenah baik dari pembangunan fisik maupun non fisik. Maka dari itu Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih berharap peserta Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas),  mampu memberdayakan masyarakatnya supaya mampu meningkatkan Indeks Pemberdayaan Masyarakat (IPM).

Pernyataan itu muncul ketika Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih menyambut peserta KKN Sisdamas UIN SGD Bandung, Selasa (1/8/2017) di Lapangan Kantor Wali Kota Banjar. Adapun indikator yang berhubungan dengan IPM yaitu indeks pendidikan, kesehatan dan daya beli. “IPM Kota Banjar dalam hal pendidikan dan kesehatan sudah meningkat. Sedangkan daya beli masyarakat masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Berdasarkan data Kajian IPM oleh Badan Perencanaan Pembangunan, IPM Kota Banjar 2010 – 2013 selalu mengalami peningkatan pada tahun 2010 –  2013 sekitar 72,84 persen. Angka tersebut merupakan angka tertinggi di wilayah Jawa Barat. Ade Uu Sukaesih berharap 1050 peserta KKN yang diberangkatkan, Selasa (1/8/2017) dari kampus UIN menggunakan jasa transportasi Damri sebanyak 19 bus bisa turut serta mengoptimalkan potnsi daerahnya.

Seperti Indeks Kesehatan yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) mengalami peningkatan, pada 2012 yang mulanya sebesar 66,49 persen meningkat 0,40 persen pada 2013 sekitar 66,89 persen. Lalu, dari aspek pendidikan, rata-rata hanya mengenyam pendidikan selama delapan tahun atau setingkat kelas dua SLTP saja. Lalu, daya beli masyarakatnya hanya sekitar Rp 640.725, dan masih berada dibawah rata-rata Jawa Barat.

Baca juga:  Pembangunan Rumah Deret Harus Dihentikan

Salah satu desa yang ingin meningkatan daya beli masyarakatnya yaitu Desa Balokang, Kecamatan Banjar. Kepala Desa Balokang, Oding, mengatakan, masyarakat ingin mengoptimalkan potensi daerahnya, seperti pengolahan tahu. Dan ia berharap supaya mahasiswa KKN Sisdamas yang ada di daerahnya mampu membantu masyarakat untuk menggali ataupun mengoptimalkan potensi daerah desa Balokang.

 

Reporter : Muhammad Iqbal

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas