Kampusiana

DKM Masjid Iqomah Optimalkan Tempat Penitipan Barang

Himbauan yang ditempel di dinding pelataran Masjid Iqomah, guna mengantisipasi kehilangan barang bawaan jamaah seperti sepatu dan tas. Nantinya barang tersebut bisa dititipkan di tempat penitipan barang yang sudah disediakan oleh pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).  (Nolis Solihah/ SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Iqomah menghimbau kepada jemaah masjid untuk menyimpan barang berharga di tempat penitipan. Hal ini dilakukan setelah banyaknya laporan kehilangan yang masuk ke pihak DKM. “Sekarang kita aktifkan kembali tempat penitipan dari Senin sampai Jumat untuk antisipasi kehilangan,” ungkap Ketua DKM, Bachrun Rifa’I kepada Suaka, Rabu (2/8/2017).

Dari dua tempat penitipan yang ada, baru aktif satu yang berada di bagian utara masjid. Penjaga tempat penitipan, Sutrisna mengatakan, “Yang tempat sepatu sebelah selatan masih dikosongkan karena belum ada penjaga. DKM akan merekrut satu orang lagi,” Selasa (1/8/2017). Senada dengan Sutrisna, Bachrun Rifa’I menjanjikan penjaga baru akan mulai bekerja pada hari Senin.

Kemudian, atas inisiatif sendiri, Sutrisna memasang himbauan agar jemaah masjid menitipkan barang berharganya. Ia pun menuturkan bukan hanya alas kaki saja yang bisa dititipkan, barang berharga apapun itu bisa dititipkan di sana.

Namun Bachrun menyayangkan, meski tempat penitipan aktif masih ada kehilangan. “Kemarin ada yang barangnya hilang di tempat penitipan. Itu karena petugas sedang tidak ada,” Ia pun menduga pencuri berpikir bahwa barang yang disimpan layak untuk dicuri.

Sebelumnya, menurut Bachrun tempat penitipan telah aktif namun karena terkendala oleh sumber daya manusia. Dulu sudah ada himbauan dan penjaga di tempat penitipan barang, namun penjaganya dinilai kurang tekun. Ia pun menambahkan, kendala lainnya adalah jemaah masjid enggan untuk menitipkan alas kakinya karena dianggap berbayar.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

Bachrun menghimbau jemaah masjid harus menyimpan barang berharganya di tempat penitipan dengan bayar infaq atau pun tidak. “Sekarang mau infaq atau tidak, jemaah harus nyimpan di situ,” pungkasnya.

 

Reporter : Nolis Solihah

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas