Kampusiana

Peserta Lelah, Musti Ditunda Sampai Esok

Anggota Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN SGD Bandung tengah melangsungkan Musyawarah tingkat tinggi (Musti) di Aula Student Center, Rabu (9/8/2017). Agenda Musti kali ini masih membahas AD/ART. (Yosep Saepul Ramdan/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Musyawarah tingkat tinggi (Musti) Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN SGD Bandung kembali digelar di Aula Student Center (SC), Rabu (9/8/2017). Agenda Musti kali ini masih membahas draf Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang belum selesai dibahas pada Musti sebelumnya. Namun musti kali ini pun harus kembali berhenti dan ditunda hingga esok, Kamis (10/8/2017), karena kondisi peserta yang kelelahan.

Steering Commite, Deri mengatakan bahwa kembali ditundanyanya musti ini merupakan bentuk dinamika dalam Musti hingga segala persoalan termasuk AD/ART ini belum dapat terselesaikan. “Banyak memang yang harus diperbaiki dari AD/ART agar sempurna dan sesuai dengan peraturan yang di atasnya, makanya kita berlarut-larut”, ujarnya.

Selain itu, molornyanya Musti menurut Deri karena kurang disiplinnya peserta yang kerapkali terlambat dalam menghadiri musyawarah. “Tingkat kedisiplinan peserta Musti atau anggota Sema-U itu kadang-kadang jelek, dalam artian kita agendakan jam sembilan datangnya jam sebelas atau jam 12”, ungkapnya.

Mulanya Musti akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, tapi ditunda karena peserta tidak memenuhi kuorum dan molor hingga pukul 13.00 WIB. Menurut Deri jika peserta tidak mencapai kuorum yaitu setengah lebih satu maka sidang harus ditunda. Selanjutnya meminta kesepakatan forum untuk dilanjutkan atau tidaknya sidang tersebut.

Anggota Sema-U Delegasi Fakultas Syariah Dan Hukum, Azis Surono pun menyetujui ditundannya Musti hari ini dengan alasan yang sama, yaitu kondisi peserta dan tempat yang tidak memungkinkan. “Soalnya tadi ada teman-teman yang baru datang dari jauh dan tempat tidak memungkinkan, Permasalahannya sebenarnya terbatas tempat kang”, ujarnya, Rabu (9/8/2017).

Baca juga:  Kritik Toleransi yang Intoleran

 

Reporter : Yosep Saepul Ramdan

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas