Pendidikan dan Budaya

Majelis Patani Bicarakan Perdamaian

Perwakilan mahasiswa Patani dari UIN SGD Bandung menampilkan kreasi seni Berdikir Barat. Acara ini merupakan rangkaian dari Majelis Kerjasama Pelajar Patani di Indonesia yang berlangsung di Villa Pleasant Hill, Jalan Kolonel Matsuri, Lembang, Senin-Rabu (21-23/8/2017). Sebanyak 500 peserta dari berbagai kampus di Indonesia ikut serta yang nantinya akan membentuk organisasi pelajar Patani Indonesia. (Dadan M. Ridwan/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM Sekitar 500 mahasiswa asal Patani memenuhi Villa Pleasant Hill, Cikahuripan Lembang, Kabupaten Bandung. Mereka tengah menyelenggarakan Majelis Kerjasama Pelajar Patani di Indonesia (MKPPI) 2017. Pertemuan tersebut melibatkan seluruh cabang Persatuan Mahasiswa Islam di Indonesia, dan diselenggarakan selama tiga hari terhitung dari 21 hingga 23 Agustus 2017. MKPPI sendiri dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan kali ini Kota Bandung dipercaya sebagai tuan rumah serta panitia.

Menurut ketua pelaksana, Ansori, tujuan dari kegiatan tersebut ialah membina mahasiswa Patani supaya peduli terhadap persoalan bangsa. Kemudian aktif dan peduli dalam memecah problem masyarakat Melayu Patani. Ansori juga mengatakan bahwa yang diperbincangkan dalam kegiatan tersebut ialah membangun dan melancarkan hubungan Indonesia dengan Patani dalam rangka bantuan di bidang pendidikan, keimigrasian dan lain-lain.

Terdapat berbagai rangkaian kegiatan, yakni diskusi terkait pendidikan di bawah pemerintah tertindas, solusi perdamaian konflik patani, serta peranan mahasiswa terhadap masyarakat. “Semua materi disesuiakan dengan kebutuhan serta kondisi mahasiswa serta masyarakat Patani,” ujar Ansori.

“Kita juga bekerjasama denga LBH (Lembaga Bantuan Hidup-Red) dan akan membentuk lembaga pusat yang kedepannya akan menjadi pusat Mahasiswa Patani di Indonesia. Semacam koordinator sentralnya,” tambah Ansori. Mahasiswa asal Patani juga menunjukan kebolehannya melalui penampilan seni dan budaya.

Baca juga:  Bekraf Sosialisasikan 3 Rantai yang ada dalam Dunia Musik

Sejak Tahun 1972, mahasiswa asal Patani mulai kuliah di Indonesia, diawali oleh empat orang dan terus diikuti hingga sekarang tersebar kebeberapa kota di pulau Jawa hingga Sumatra. “Setelah selesai melakukan pembelajaran di Indonesia, mahasiswa akhirnya akan kembali ke masyarakat dan melakukan usaha-usaha untuk membuat keadaan masyarakat Patani lebih terdidik,” pungkas Ansori.

 

Reporter : Isthiqonita

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas