Kampusiana

PBAK 2017 Resmi Dibuka

Mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tahun ajaran 2017/2018 tengah mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) di Aula Anwar Musadad, Kamis (24/8/2017). Hari kedua ini, mahasiswa baru diisi oleh materi-materi pengenalan fakultas dan jurusan di tempat-tempat yang berbeda. (Rafi Fachmi/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2017 sebagai hajatan besar untuk mahasiswa baru secara resmi dibuka oleh Ketua Senat UIN Bandung, Nanat Fathah Nasir digedung Anwar Musaddad, Rabu (23/8/2017). Mengambil tema “Penanaman Nilai-nilai Kebangsaan Dalam Komitmen Menjaga NKRI”. Gelaran kali ini terasa berbeda karena untuk pertama kalinya UIN SGD Bandung memakai nama PBAK yang sebelumnya bernama Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK).

Gelaran PBAK kali ini sangat kental dengan nuansa  nasionalisme, selain memakai jargon “Beda gaya, beda budaya, tetap satu Indonesia” acara kali ini juga bertujuan untuk menyikapi situasi dan kondisi bangsa hari ini yang rasanya perlu kembali memupuk komitmen kebangsaan dimulai dari mahasiswa baru.

Menurut Rektor UIN Bandung, Mahmud menginginkan seluruh mahasiswa baru bisa berbangga telah masuk UIN SGD Bandung. “Kalian mahasiswa baru patut berbangga dan bersyukur dapat menjadi bagian besar dari kampus tercinta ini,” ungkapnya saat memberikan sambutan digedung Anwar Musaddad Rabu (23/8/2017).

Mahmud juga berpesan unutk meluruskan niat dalam beraktifitas. “Saya titip kepada mahasiswa baru awali seluruh proses ini dengan meluruskan niat, sebab sebagus apapun aktivitas kita kalau salah niat tidak akan ternilai dihadapan Allah Swt,” ungkapnya.

Menurut wakil rektor 3 sebagai penanggung jawab PBAK, Mukhtar Solihin, esensi dari PBAK adalah pengenalan dan bukan perpeloncoan. “PBAK esensinya adalah mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem perkuliahan di kampus, mengenal dengan berbagai aspek yang ada di kampus dan itu dilakukan secara manusiawi, tidak ada perpeloncoan dan tidak ada hal lainnya yang bersifat negatif”.

Baca juga:  Dan Satriana : Keterbukaan Informasi Hak Setiap Orang

Mahasiswa baru Jurusan Akuntansi Syariah, Ghina Adriani mengeluhkan waktu untuk istirahat dan shalat sangat sebentar, ia berharap kepada panitia untuk memberikan waktu lebih banyak lagi. “Untuk waktu istirahat harusnya lebih ditambah lagi untuk istirahat dan shalat karena mahasiswanya banyak dan harus antri lagi, jadi ditambah lagi lah waktunya,” pungkasnya saat di wawancarai Suaka, Rabu (23/8/2017).

Mengingat acara seperti ini rentan terjadi perpeloncoan, pihak kampus sendiri bersiap untuk menerima laporan dari mahasiswa baru jika ada aksi perpeloncoan atau tindakan tidak menyenangkan lainnya dari panitia, mahasiswa. Laporan bisa disampaikan kepada Muhtar Solihin selaku penanggung jawab.

 

Reporter : Septian Setiawan & Elsa Yulandri

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas