Kampusiana

Kursus Persiapan Tes TOEFL dan TOAFL Tingkatkan Kemampuan Bahasa Mahasiswa

Ilustrasi (Hasna Salma/ SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Pusat Pengembangan Bahasa (Language Center) UIN SGD Bandung untuk pertama kalinya akan mengadakan program kegiatan kursus persiapan tes kemampuan bahasa inggris dan bahasa arab bagi mahasiswa tahun akademik 2014/2015. Kursus ini diagendakan akan dimulai, Senin (18/9/2017). “Ini merupakan kewajiban bagi kami untuk melayani mahasiswa karena merupakan salah satu bagian dari pembayaran UKT, dan ini merupakan hak yang harus didapatkan mahasiswa,” ujar Sekretaris Language Center, Dian, Rabu (13/9/2017).

Dian mengatakan, untuk pola pendaftaran sudah disosialisasikan melalui komisariat mahasiswa (kosma) setiap kelas angkatan 2014, karena memang kursus ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa tahun akademik 2014/2015. Pola yang digunakan dalam program ini hampir sama dengan e-learning, mulai dari pendaftran hingga pelaksanaannya.

Sekretaris Pusat Pengembangan Bahasa tersebut juga menjelaskan bahwa, latar belakang dilaksanakannya program ini yang pertama atas dasar buku pedoman akademik yang menjadikan syarat ujian sidang munaqosah ialah mahasiswa harus memiliki sertifikat TOEFL dan TOAFL. Kedua, bahwa Pusat Pengembangan Bahasa diberikan satu tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan pelayanan bahasa internasional.

Dian juga memaparkan perihal sistem yang akan digunanakan dalam pelaksanaan kursus ini. “Kursus ini akan dilakukan tiga kali seminggu dengan akumulasi waktu dua bulan untuk satu kursus bahasanya. Artinya terdapat 24 kali pertemuan untuk satu kursus bahasa. Setelah 24 kali pertemuan selesai setiap program bahasa, akan dilakukan tes,” jelasnya.

Untuk sistem yang pertama, sistem tatap muka selama 24 kali pertemuan dalam dua bulan, yang kedua perkembangan akan berlanjut dengan sistem mentoring, namun sistem mentoring akan ditiadakan karena ini merupakan yang pertama kalinya.  Sementara itu untuk tenaga pendidik, Language Center akan menggunakan tenaga pendidik alumni dan dosen yang memiliki spesifikasi tersendiri. Seperti memiliki kemampuan speaking dan listening, yang ditentukan oleh ketua bidang masing – masing bahasa.

Baca juga:  Menakar Arah Gerak Organ Ekstra di UIN Bandung

Dian berharap dalam pelaksanaan kursus ini setidaknya mahasiswa memiliki kemampuan dua bahasa atau salah satu bahasa internasioal. Dian juga berharap untuk pelaksanaan kursus ini bisa dimulai dari semester tiga, “Kita akan membuat kursus ini dimulai dari semester tiga, karena kita tahu mata kuliah bahasa inggris dan bahasa indonesia diberikan pada semester satu dan dua. Ini merupakan program simultan berkelanjutan dari matakuliah tersebut. Jadi saat mereka ada di semester satu akan dilakukan tes untuk menentukan mereka ada di level berapa, agar kemampuannya bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Informatika semester tujuh, Ulfa Mardhatillah mengapresiasi program perdana Pusat Pengembangan Bahasa tersebut. Namun Ulfa menyayangkan untuk sosialisasi kurang optimal karena hanya disosialisasikan lewat kosma-kosma kelas. “Karena hanya lewat kosma jadi informasinya kurang lengkap, kami jadi bingung sistemnya seperti apa, dan berapa lama kursusnya,” ujarnya.

 

Reporter : Elsa Yulandri 

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas