Kampusiana

Segudang PR untuk Wisuda 68

Suasana gelaran wisuda 68 yang pertama kalinya dihelat di halaman Kampus II UIN SGD Bandung, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Minggu (17/9/2017). Banyak wisudawan yang merasa kecewa dengan fasilitas wisuda yang diberikan. (Dadan M. Ridwan/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Gelaran wisuda yang dilaksanakan di kampus II UIN SGD Bandung, Minggu (17/9/2017) banyak meninggalkan pekerjaan rumah untuk pihak birokrat. Kekecewaan pun tercermin ketika rektor memberikan sambutan yang disertai sorakan oleh para wisudawan.

Menurut wisudawan Jurusan Jurnalistik, Ibnu Fauzi, penyelenggaraan wisuda ini seperti digarap tidak serius. “Kurang nyaman, suasana wisuda tidak khidmat, pihak kampus seperti main-main dalam event besar seperti wisuda ini, pihak kampus seolah tidak serius menggarap event besar ini,” ujarnya saat diwawancarai suaka via surel, Senin (18/9/2017).

Ibnu menambahkan fasilitas yang diberikan penyelenggaran tidak maksimal seperti tempat duduk bagi para wisudawan yang banyak digunakan oleh pendamping atau keluarga. “Tidak adanya LO bagi wisudawan dan parkiran pun  tidak efektif,” paparnya.

Ibnu berharap pihak kampus mau bertanggung jawab pada dana wisuda yang dibayarkan wisudawan.”Pihak rektorat harus memberikan alasannya, kalo bisa memberikan transparansi dana penyelenggaraan wisuda kemarin,” tandasnya.

Pada penyelenggaraan kali ini para wisudawan tidak diberikan buku wisuda atau buku yang memuat seluruh peserta wisuda padahal biasanya buku itu lumrah diberikan pada wisudawan. Liasion Organizer (LO) untuk para wisudawan pun seperti luput dari pihak penyelenggara ditambah Keadaan kampus dua yang panas dan gersang menjadikan suasana tidak kondusif dan khidmat.

Kekecewaan serupa juga dirasakan wisudawati yang tidak ingin disebutkan namanya, banyak obrolan miring dan rasa kecewa dari wisudawan ataupun orang tua. “Orang tua para wisudawan/ti pun mengaku kecewa terhadap pelaksanaan wisuda 68 ini, banyak dari para orang tua yang gak kebagian tempat duduk hanya untuk sekedar menunggu anak-anaknya, kurang nyaman dan khidmat juga,” paparnya saat diwawancarai suaka via surel, Senin (18/9/2017).

Baca juga:  Ribuan Driver Online Menggelar Aksi Damai

Diakhir wawancara wisudawati ini berharap tidak ada lagi gelaran seperti ini dan untuk masalah biaya yang penting jelas rinciannya. “Harapan ke depannya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, masalah biaya berapapun pasti akan dibayar, asal jelas saja rincian,” pungkasnya.

 

Reporter : Septian Setiawan

Redaktur : Dadan M. Ridwan

1 Comment

1 Comment

  1. Luthfi Aziz

    21 September 2017 at 12:54

    Jigana mah mang.. Eta mah bukan event wisuda.. Tapi ajang promosi kampus 2 wkwkwk… Mun arek geh jieun aula nu badag di kampus 2..tah kakarak wisuda diditu.. Ieu mah tempat wisuda jiga tmpt jualan hewan kurban. Di tendaan #hereuy eta mah bos..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas