Kampusiana

Hijrah Lalu Istiqomah

Aktor Tausyiah Cinta, Zaki Ahmad Rivai saat menyampaikan tausyiahnya mengenai istiqomah dalam berhijrah dalam acara Tabligh Akbar yang diadakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Masjid (LDM) di Aula Anwar Musadad, Jumat (22/9/2017). (Ayu Isnaini/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – “Hijrah tidak mudah seperti yang dipikirkan,” seru ustad yang wajahnya sering mampir di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Ialah Evie Effendi saat membuka tausyiahnya dalam acara tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) dengan Lembaga Dakwah Masjid (LDM) UIN SGD Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Jumat (22/9/2017).

Evie menyampaikan bahwa hijrah itu tergantung niat karena apa seseorang melakukan hijrah tersebut. “Kenapa lelah? Karena tidak lilah,” tegasnya. Melihat fenomena saat ini dimana banyak terjadi bunuh diri, menurut Evie hal itu karena adanya rasa gelisah, resah, ataupun galau dalam hati seseorang. Itulah fungsinya berhijrah. Evie mengatakan hijrah dilakukan untuk menjawab keresahan dalam hati kita. Karena menurutnya kebahagian itu hanya ada dalam satu kata yaitu agama.

Evie berkali-kali berpesan kepada peserta tabligh akbar untuk tidak terjebak dengan masa lalu. Karena setiap orang memiliki masa lalu dan memiliki hak untuk masa depan yang lebih baik. “Jangan terjebak dengan masa lalu, semua orang memiliki masa lalu. Hijrah adalah mengubah pola pikir. Hijrah adalah moving on. Jangan selalu melihat masa lalu, lihatlah seperlunya,” tutup Evie di akhir tausyiahnya.

Usai penampilan Evie Effendi, tabligh akbar dilanjutkan dengan tausyiah oleh aktor film Tausyiah Cinta, Zaki Ahmad Rivai. Peserta tabligh akbar tak henti-henti berteriak histeris ketika sosok Zaki yang tampil kasual dengan celana jeans dan kaos dirangkap kemeja itu menuju panggung. Zaki menyampaikan materi mengenai istiqomah dalam berhijrah.

Baca juga:  91% Peserta Wisuda Ke-68 UIN Bandung Di Kampus II Kecewa

“Istiqomah itu bukan naik tapi pelan, pelan, pelan sampai istirahatnya di surga,” terang Zaki. Zaki mengakui bahwa istiqomah merupakan hal terberat yang dihadapi oleh orang berhijrah. Karena menurutnya orang yang berhijrah biasanya sering lengah. Ia pun membagikan beberapa tips untuk tetap istiqomah dalam berhijrah.

Pertama, niat. Meskipun begitu, Zaki menegasakan bahwa amalan tidak hanya bergantung pada niatnya saja. “Sesungguhnya amal itu tergantung dari hasil akhirnya juga, bukan hanya niatnya saja,” terang Zaki. Sehingga untuk mencapai kesempurnaan amal, kita perlu beristiqomah agar hasil akhir yang diinginkan tercapai, begitu pula dalam berhijrah.

Kedua, kurangi menyalahkan setan. Tanpa adanya godaan setan, manusia pada fitrahnya memiliki potensi untuk melakukan kebaikan dan keburukan. Zaki mengatakan jika aktifitas kita di dunia hanya ada dua, yaitu jika tidak sedang ibadah berarti sedang melakukan maksiat. “Jangan kebanyakan menyalahkan setan, jangan-jangan kita sendiri setannya,” lontarnya diiringi tawa peserta tabligh akbar.

Ketiga, melakukan amalan yang dapat dilakukan sedikit tapi konsisten. Hal ini karena Allah lebih menyukai amalan-amalan yang konsisten. “Tetapkan amalan yang dapat kita lakukan secara konsisten,” pesan Zaki.

Sebelum menutup tausyiahnya, Zaki mengutip arti Q.S. Fushilat ayat 30 dimana pada intinya Allah telah menjanjikan surga bagi hambanya yang mampu beristiqomah di jalanNya. Tausyiah pun berakhir dengan sesi tanya jawab.

Reporter: Ayu Isnaini

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas