Lintas Kampus

Pentingnya Pembuatan Laporan Keuangan untuk Pelaku UKM Kreatif

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma sedang menyampaikan pembukaan kelas Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis (10/12/2017). (Ismail Abdurrahman Azizi/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar kelas Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan Secara Syariah, untuk 100 pelaku Usaha Kecil Menenengah (UKM) Kreatif. Kelas ini Sebagai bentuk tindak lanjut Seri Kelas Keuangan Syariah Bandung tahun lalu, diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/10/2017).

Bekraf menghadirkan praktisi keuangan syariah, Moh. Bagus Teguh, dan Co-Founder dan CEO Financial Wisdom, Adjie Wicaksana, untuk mengajarkan cara pencatatan keuangan dan membuat laporan secara syariah, dengan aplikasi akuntansi yang baik  untuk pengajuan pembiayaan perbankan.

Dalam sambutannya Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ismet Inono mengatakan jika UKM kreatif pada umumnya mengeluhkan sulitnya mendokumentasikan keuangan. “Hal tersebut karena tidak bisa membedakan pengeluaran pribadi dan untuk modal usaha,” ungkapnya.

Praktisi Keuangan Syariah, Moh. Bagus Teguh, menjelaskan tata cara pengelolaan keuangan syariah. Teguh menekankan pentingnya penyusunan rencana bisnis sebagai peta usaha pelaku UKM kreatif. Dia juga menambahkan pelatihan pencatatan keuangan usaha yang benar, antara lain arus kas,laba-rugi, dan neraca secara syariah.

Sedangkan Pendiri Financial Wisdom, Adjie Wicaksana menginformasikan pembuatan laporan keuangan secara syariah dengan aplikasi Akuntansi UKM, Money Manager. “Dengan aplikasi akutansi yang baik, pelaku UKM Kreatif lebih mudah mencatat keuangan mereka dengan gawai. Tentunya aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis dan digunakan secara online maupun offline,” ujar Adjie.

Kelas tersebut bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas 100 peserta UKM kreatif saja, namun menurut Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K.Kusuma sebagai upaya untuk UKM kreatif cakap memcatat keuangan.

Baca juga:  Karena Opini, Idham Diarak PMII

 

Reporter : Ismail Abdurrahman Azizi

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas