Kampusiana

Chandra Malik : Pembangunan Akan Selalu Merusak

Penulis sekaligus sufi, Chandra Malik saat mengisi diskusi publik mengenai pembangunan lingkungan dalam perspektif agama yang diselenggarakan LPM Suaka di Gedung Abjan Soelaiman, Sabtu (28/10/2017. (Ismail Abdurahman Azizi/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM –  “Pembangunan akan selalu menimbulkan kerusakan,” itulah petikan kalimat yang diucapakan Sufi, Chandra Malik saat menanggapi pembangunan yang gencar dilakukan di Indonesia dewasa kini. Pendapat ini Ia sampaikan pada acara diskusi bertema Ciptaloka yang diseleggarakan LPM Suaka, Sabtu (28/10/17) di Aula Abdjan Soelaiman. Dalam diskusi yang bertajuk ‘Pengembangan Lingkungan Demi Daya Saing yang Berkesinambungan’ tersebut, Gus Chandra berpendapat bahwa semua pembangunan menimbulkan kerusakan, namun akan berbeda hasil jika yang membangunnya orang – orang yang berbudi luhur.

“Jika orang – orang berbudi luhur yang melakukan pembangunan, Ia akan memperbaiki kerusakan tersebut menjadi seusuatu yang bermanfaat dan lebih baik, sedangkan sebaliknya, bagi orang – orang yang tidak berbudi luhur, pembangunannya hanya akan mengakibatkan kerusakan tanpa ada perbaikan,” Tutur Pengasuh Pesantren Asy Syahadah Surakarta tersebut. Ini berangkat dari fenomana pembangunan di Indonesia masa kini yang masih belum menimbulkan kesejahteraan yang merata.

Namun dalam diskusi tersebut Gus Chandra menekankan bahwa ada hal penting yang harus lebih diperhatikan selain pembangunan fisik, yakni pembangunan non-fisik yang meliputi pembangunan jiwa, akal dan dasar ideologi sebagai manusia yang harus selalu diperhatikan. “Pembangunan fisik diibaratkan sebagai raga, sedangkan pembangunan non-fisik adalah jiwa,” ucap Sufi tersebut.

Selanjutnnya menurut Gus Chandra, pembangunan – pembangunan fisik masa kini terlampau menggunakan akal yang merupakan tempatnya lupa dari pada hati yang merupakan tempatnya ingat. Menurutnya inilah penyebab mengapa kebijakan pemerintah sering tak serta merta diterima masyarakat, karena pemerintah terlampau mengandalakan akalnya ketimbang hatinya untuk masyakatnya sendiri.

Baca juga:  Kuliah Umum Hindu bersama Religious Studies

Dalam rangkaian acara Milad LPM Suaka ke 31 ini, Pendiri Persatuan Penulis Indonesia (Situpena) ini memberikan arti lingkungan dalam kacamatanya sendiri. “Lingkungan adalah kesatuan ruang dan waktu, antara makhluk hidup dan benda mati yang selalu membutuhkan dan saling mengerti satu sama lain,” pungkasnya.

 

Reporter : Nizar Al Fadillah

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas