Hukum dan Kriminal

Warga Tamansari Tolak Pembangunan Rumah Deret

Beberapa warga RW 11 Tamansari melakukan Konferensi Pers di Masjid Al-Isalam, Senin (30/10/2017), agenda tersebut merupakan aksi lanjutan untuk menolak pembangunan rumah deret karena dinilai melanggar UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur asas-asas yang dimuat dalam suatu peraturan perundang-undangan pasal 6 ayat 1. (Puji Fauziah/ Suaka).

SUAKAONLINE.COM –  Tanggal 20 Juni 2017 lalu, Pemerintah Kota Bandung mengundang warga Tamansari Rw 11 untuk melakukan buka bersama di Pendopo Kota Bandung. Salah satu warga yang hadir pada saat itu, Eva mengatakan bahwa, ketika pertama kali dating hal yang ia lihat yaitu banner sosialiasai rumah deret warga RW 11 Tamansari.

Pada saat itu Eva mengaku merasa aneh, di satu sisi ia merasa ini hanyalah sosialisasi saja, namun warga juga diharuskan untuk menandatangi beberapa formulir. “Bagi warga yang tidak mengerti, meraka nggk tau itu untuk apa. Namun bagi saya yang menyadarinya, itu tidak wajar makanya saya dokumentasikan,” jelasnya.

Sebelumnya warga datang melalui undangan yang ditujukan kepada setiap kepala keluarga, namun banyak dari warga yang mengeluh tidak menerima undangan tersebut. Benar saja undangan buka bersama tersebut ditujukan untuk memberitahukan bahwa, warga RW 11 Tamansari akan direlokasi ke tempat sementara di Rancacini. Warga pun merasa khawatir, karena anak-anak mereka masih sekolah, dan lokasi pekerjaan jaraknya menjadi jauh jika rumah mereka direlokasi.

Selain itu, pertemuan kedua yang dilakukan di Taman Film melibatkan ormas yang mengintimidasi warga secara psikologis. Kebijakan pembangunan tersebut, menurut warga Tamansari RW 11 merupakan bentuk kesewenang-wenangan karena sebelumnya tidak ada dialog serta musyawarah mufakat dengan warga. “Padahal pemerintah seharusnya melakukan dialog dengan warga terlebih dahulu, dan membuat kesepakatan awal,” tambahnya.

Baca juga:  Karena Opini, Idham Diarak PMII

Seharusnya seperti yang sudah dijadwalkan, Senin (30/10/2017) Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dating menemui warga untuk berdialog, seperti yang beredar di berbagai media bahwa wali kota akan menemui warga Rw 11 Tamansari pada Senin (30/10/2017). Tapi Minggu (29/10/2017) Kepala Kasbangpol Kota Bandung, Melalui Ketua RW 11 mengajak warganya untuk menemui wali kota dan melakukan audiensi di Pendopo, Senin (30/10/2017), dengan syarat warga RW 11 Tamansari menyerahkan fotokopi KTP terlebih dahulu.

Jelas hal tersebut membuat warga takut. “Dalam hal seperti ini kami takut jika nanti data-data pribadi kami disalahgunakan,” ujar Eva. Warga RW 11 menginginkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil untuk datang ke lokasi tersebut, karena sejak Ridwan Kamil terpilih asisten pribadinya berjanji bahwa Emil akan mengunjungi daerah tersebut, namun hingga saat ini masih belum juga.

Salah satu warga lainnya, Tarno mengatakan bahwa pembangunan rumah deret akan membuat warga yang tadinya memiliki rumah, menjadi penyewa di rumah deret yang dibangun di atas rumah warga sebelumnya. Pemkot Bandung juga mengklaim bahwa tanah yang terletak di kawasan RW 11 Tamansari merupakan tanah Pemkot. ”Kalau memang betul seperti itu, Pemkot Bandung harus bisa membuktikan dengan hak kepemilikan tanah,” katanya.

Padahal menurut Tarno, warga RW 11 Tamansari bertempat tinggal di wilayah tersebut secara legal, mereka mempunyai KTP, dikenai tariff PBB, pemasangan listrik dan saat pemilu pun diikutsertakan.

Peraturan Walikota No. 665 Tahun 2017 sebagai dasar hukum Pemkot Bandung melakukan penggusuran, dinilai melanggar UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur asas-asas yang dimuat dalam suatu peraturan perundang-undangan pasal 6 ayat 1.

Langkah kedepan yang akan dilakukan oleh warga RW 11 Tamansari  yaitu menguasakan kepada Lembaha Bantuan Hukum (LBH) Bandung untuk melakukan Ombudsman, menempuh ke Komnas HAM, mengakses informasi terkait rumah deret, perlindungan saksi dan korban (PSK), dan mekanisme sertifikasi tanah.

Baca juga:  Rusunawa Rancacili Masih dalam Proses

Berdasarkan hal tersebut, warga RW 11 Tamansari yang mengatasnamakan Forum Warga Tamansari Melawan melakukan konferensi pers di Masjid Al-Islam, Senin (30/10/2017) dengan dihadiri oleh beberapa aktivis,  puluhan warga RW 11 Tamansari dan beberapa awak media.

 

Reporter : Puji Fauziah

Redaktur : Hasna Salma

1 Comment

1 Comment

  1. Bebas

    2 November 2017 at 11:27

    Rancacili, bukan Rancacinii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas