Lintas Kampus

Menanggulangi Hoax Dengan Jurnalisme Data

Seminar bertajuk ‘Jourtalk : ,Mencari Antivirus Hoax di Media’ diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran di Auditorium Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Selasa (14/10/2017). Para pemateri dalam diskusi ini menjelaskan mengenai jurnalisme data sebagai solusi menanggulangi Hoax. (Asep Aang Hidayat/ Suaka)

SUAKAONLINE.COM – “Ketika kita berbicara soal data, maka yang terbenak dalam otak kita adalah angka. Tetapi tulisan juga bisa dikategorikan sebagai data,” ujar Periset senior Tirto.id, Dinda Purnamasari dalam seminar bertajuk ‘Jourtalk : Mencari Antivirus Hoax di Media’. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Selasa (14/11/2017).

Maraknya berita hoax yang muncul akhir – akhir ini, menimbulkan kekhawatiran bagi semua pihak. Hingga memunculkan sebuah trend baru dalam dunia jurnalistik, yaitu jurnalistik berbasis data berupa riset dan studi pustaka.

Data tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber resmi dan kredibel, diantaranya sumber data primer yang berasal dari pemerintah, dan data yang dirilis oleh perusahaan. Untuk data sekunder bisa didapatkan dari lembaga negara non pemerintah semacam Komnas HAM dan KPK, dan data tersier yang tidak perlu sama sekali untuk dikutip yakni sumber data yang berasal dari media.

Menurut Dinda, kini media arus utama marak melakukan riset data dengan cara mengambil dari  media lain. Ia mengatakan hal tersebut merupakan hal yang diperbolehkan tetapi harus disiplin verifikasi agar kredibilitas data itu baik, “Mengambil data yang sumbernya dari media itu tidak dianjurkan, tapi diperbolehlan asalkan sudah diverikasi agar tidak mengarah pada hoax,” tambahnya.

Wartawan desk hukum Tempo, Syailendra Persada menuturkan berita hoax bisa menyebar dengan cepat di media sosial karena pengaruh tokoh. Sebagai contoh, wartawan hukum tersebut mengabil contoh kasus Abdullah Gymnastiar atau AA Gym yang membagikan kiriman berita tanpa verifikasi atau hoax.

Baca juga:  Kuliah Umum Hindu bersama Religious Studies

“Pas sedang hangat – hangatnya isu Rohingya, Aa Gym membagikan kiriman photo Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan berangkat membantu masyarakat disana, tetapi setelah dikonfirmasi ke pihak TNI, ternyata tidak benar,” pungkas pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

 

Reporter : Asep Aang H

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas