Kampusiana

Kuliah Umum Hindu bersama Religious Studies

Salah seorang tamu undangan asal India yang merupakan penganut agama Hindu, Mrs. Sita tengah memaparkan materi tentang agama Hindu, di Gedung Pasca Sarjana kampus 2 UIN SGD Bandung, Rabu (15/11/2017)  (Anggi Nindya Sari/ Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Mahasiswa Pasca Sarjana Program Religious Studies UIN SGD Bandung mengadakan kelas terbuka (open class) dan kuliah umum, dengan materi mengenai  Meditation in Religion yang diselenggarakan  di Gedung Pasca Sarjana kampus 2 UIN SGD Bandung, Rabu (15/11/2017).

Dosen Paca Sarjana Program Religious Studies, Suster Gerald memaparkan materi pertama sekaligus pengantar mengenai ideal, masalah, dan tujuan di setiap agama yang ada di dunia ini. Karena perkuliahan hari ini mengenai Hindu, maka  wanita yang kerap di sapa Suster ini lebih memfokuskannya terhadap agama Hindu. “Hindu merupakana agama terbesar ke tiga di dunia setelah Kristen dan Islam,” ujarnya.

Suster Gerald mendatangkan langsung dua orang wanita Hindu asli India Yasmin dan Sita, untuk memudahkan mahasiswa mengerti tentang ajaran Hindu langsung kepada penganutnya. Pokok pembahasan yang dibahas oleh ke duanya yaitu perihal meditasi, atau dalam agama Hindu biasa disebut dengan yoga yang artinya bersatu. “Untuk kami, setidaknya kita memberikan waktu 20 menit sehari untuk membersihkan pikiran,” ujar Yasmin.

Dalam Hindu ada yang di sebut dengan OM yang bisa berarti banyak, diantaranya yaitu Amin, salam, dan juga God. Yasmin dan Sita mengajak semua mahasiswa untuk melakukan meditasi bersama, agar merasakan getaran yang di hasilkan OM dalam diri.

Pertama-tama mahasiswa diperkenankan untuk menutup mata, lalu menarik dan mengeluarkan nafas, berkonsentrasi, dan setelah itu sama-sama mengucapkan A yang memiliki getaran di perut untuk merasakan energi Brahma. U yang memiliki getaran di dada untuk merasakan energi Wisnu, dan M memiliki getaran di kepala untuk merasakan energi Shiva.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

“Energi positif itu penting untuk diri kita sendiri. Salah satu cara untuk menciptakan energy yang baik adalah dengan tidak membicarakan masa depan dan masa lalu.” tutup sita diakhir perbincangannya.

 

Reporter : Anggi Nindya Sari

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas