Lintas Kampus

Bekraf Sosialisasikan 3 Rantai yang ada dalam Dunia Musik

Ketiga pemateri (dari kiri) Talent Management, Luthfi, Producering, Herry Cahyo Purnomo ‘Capung’ dan Talent Scouting, Soehendar Suryana, saat berbincang mengenai rantai yang ada dalam dunia musik, dalam acara Bekraf Financial Club (BFC) yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Four Points, Bandung, Selasa (21/11/2017). (Ismail Abdurrahman Azizi/ Suaka)

 SUAKAONLINE.COM – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Bekraf Financial Club (BFC) untuk memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf), dalam menjelaskan kebutuhan pembiayaan enam belas  subsektor kepada perbankan. Kegiatan yang sudah secara rutin diselenggarakan ini merupakan kali ketujuh dan berlangsung di Hotel Four Points, Bandung, Selasa (21/11/2017) dengan menghadirkan Talent Scouting, Soehendar Suryana, Talent Management, Luthfi, dan Producering, Herry Cahyo Purnomo ‘Capung’.

Turut menghadirkan juga Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K, Ketua Bandung Music Council (BMC), Erlan Effendi.  Kemudian dari pihak perbankan yang diundang untuk menjadi pembicara yaitu dari pihak perankan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Wenni Sri Winastri dan Bank Nasional Indonesia (BNI) Syariah, Evi.

Menurut Talent Scouting, Soehendar Suryana, semua yang berhubungan dengan industry pasti berhubungan pula dengan perbankan, begitu pula dengan industri musik. Karena ketika berbicara terkait honorarium dan modal yang berkaitan dengan para seniman, semua pasti berputar di bank.

“Harapan saya kedepannya bakal ada ekonomi kreatif dari industry musik, kemudian ada program bina usaha. Biar nantinya kalau sudah usia lanjut dan tidak memungkinkan untuk bekerja, bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri seperti event organizer, lighting, sound system dan hal hal yang berkaitan dengan dunia music lainnya,” jelasnya, Selasa (21/11/2017).

Ia juga menambahkan lebih jelas lagi bahwa, seniman bisa menjadi sumber income nantinya. Kemudian kaitannya dengan perbankan yaitu, ketika perbankan memberikan kepercayaan. Maka para pegiat di industri musik akan sangat terbantu dan kemudian bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Baca juga:  Pembangunan Rumah Deret Harus Dihentikan

Kemudian Talent Management, Luthfi mengungkapkan bahwa, memang industri musik terkadang tidak bisa diperkirakan. Maka dari itu, saat ini dirinya membentuk sebuah organisasi yang dimana para seniman musik memiliki standar organisasi dan landasan hukum. Agar para seniman juga menjadi lebih profesional dan beretika.

“Terkadang seniman itu bisa dikatangan kurang profesional, karena mereka hanya tinggal bekerja dan yang mengatur itu management. Nah dengan dibangunnya organisasi yang mengatur management itu sendiri, ya semoga bisa membawa pada perbankan itu sendiri. Karena selain melihat prospek, pendapatan, atau mungkin jam terbang seniman itu sendiri, tapi bisa juga dilihat dari managerialisasinya,” paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Producering, Herry Cahyo Purnomo ‘Capung’, menurut pria yang memiliki julukan Capung tersebut, dalam tahapan ketiga ini bagaimana caranya seniman itu harus memiliki daya kreatifitas namun dengan budget yang real. “Bagaimana caranya semaksimal mungkin menggabungkan semua unsur menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi, artinya kalau artis itu harus punya nilai jual yang tinggi,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh Bekraf ini Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K, berharap bisa mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan pelaku permodalan. “Kalau digarap dengan baik, musik nantinya akan mendatangkan nilai lebih. Kemudian untuk menjalankan proyek itu tentunya memerlukan permodalan yang cukup,” ujarnya.

Hal ini juga sangat dirasakan oleh para pegiat industri musik yang ada di bandung, seperti yang diungkapkan Ketua Bandung Music Council (BMC), Erlan Effendi, ini merupakan terobosan baru yang diidamkan oleh para musisi. Karena selama ini kesulitan yang mereka alami mengenai segi pendanaan, kemudian ia juga merasa sangat senang  sekaligus bangga karena seniman saat ini sudah cukup dianggap.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

“Kita sudah diberikan kepercayaan dengan cara diberikan jamsostek dari bpjs ketenagakerjaan, kemudahan akses perbankan dan dimudahkan dalam segalan akses. Karena yang musisi butuhkan itu hanyalah panggung, sedangkan di bandung sendiri itu cukup sulit juga kan. Maka dari itu ini merupakan hal yang diidamkan para musisi sejak lama,” jelasnya.

 

Reporter : Hasna Salma

Redaktur : Dadan M Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas