Lintas Kampus

Balai Bahasa Imbau Media Selektif Berbahasa

(kiri ke kanan) Ade Mulyana, Imam Jahrudin Priyanto, Sutejo dan Tendy K Somantri saat menyampaikan peranan bahasa pada media dan bagaimana bangga terhadap Bahasa Indoensia, di Aula Balai Bahasa Bandung, Kamis (23/11/2027). (Awallina Ilmiakhanza/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Barat menggelar Forum Diskusi Terpumpun Redaktur Media Massa. Dalam kegiatan yang bertajuk Pemartabatan Bahasa Negara melalui Media Massa ini, dihadiri oleh sejumlah redaktur media arus utama dan media kampus yang diselenggarakan di Aula Balai Bahasa, Kamis (23/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua Forum Bahasa Media Massa Pusat, Tendy K Somantri, Peneliti Bahasa yakni Imam Jahrudin Priyanto dan Duta Bahasa Jawa Barat,  Azzahra Aninda Putri.

Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Sutejo mengatakan media pada dasarnya bisa menjadi sebuah pembinaan atau pembinasaan. Didalam ranah media ada ragam bahasa, yang mana media massa juga harus menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi. Masyarakat umum menganggap bahasa yang ada pada media sebagai bahasa yang baik dan benar.

“Komunikasi sangat penting harus paham betul berhadapan dengan siapa jangan sampai viral dan melecehkan,” ujar Sutejo dalam sambutannya.

Peneliti Bahasa, Imam Jahrudin Priyanto menjelaskan jika dalam sebuah bahasa tidak salah, maka biarkan berkembang. Bahasa digunakan karena melihat dari dua sudut pandang, pertama melalui leksikal makna dan yang kedua sesuai konteks. Sehingga ia mengatakan wartawan harus lebih selektif dalam menggunakan bahasa di media dan jangan memaksakan apabila tidak sesuai konteks. “Saya tegaskan untuk hal-hal yang sedang ramai di media sosial untuk tidak dijadaikan judul,” kata Imam.

Salah seorang peserta dari Univeritas Islam Nusantara Bandung, Rini Meirani mengungkapkan dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, Rini yang masih duduk di tingkat tiga ini merasa terbantu khususnya dalam pola penulisan berita yang sedang ia pelajari. Rini pun berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan satu kali saja. “Sebagai mahasiswa Jurnalistik yang jelas saya mendapat wawasan yang belum tentu saya dapat kalau menulis berita, ” tutup Rini.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

 

Reporter : Awallina Ilmiakhanza

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas