Kampusiana

Dosen Perlu Pahami Akses Portal Akademik

Ilustrasi (SUAKA/ Elsa Yulandri).

SUAKAOLINE.COM – Dua tahun menggunakan Sistem Informasi Akademik (Simak) berbasis online, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) masih belum menggunakannya secara maksimal. Hal ini berimbas pada portal akademik mahasiswa yang bermasalah dan tidak mengeluarkan nilai disetiap semesternya.

Salah satu operator Sistem Informasi Akademik (Simak) dari Jurusan Manajemen, Yanu Hardi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut tidak hanya dialami oleh satu jurusan saja, melainkan ketiga jurusan yang ada di FISIP yaitu jurusan manajemen, sosiologi, dan administrasi publik. Kemudian hal ini juga tidak hanya terjadi pada semester tiga, melainkan pada semester tujuh juga.

“Perihal memasukan nilai ke Simak itu otoritas dosen yang bersangkutan, mereka sudah memiliki  akun masing-masing untuk masuk ke Simak. Nah permasalahan utamanya ada di sistemik sebenarnya, dosen-dosen tersebut belum mendapatkan sosialisasi bagaimana cara mengoperasikan Simak dan memasukan nilai ke Simak,” ujar Yanu Hardi, Selasa (21/11/2017)

Selanjutnya Yanu menjelaskan bahwa, ia selaku operator tidak memiliki wewenang dan otoritas untuk memasukan nilai, karena hal tersebut cukup beresiko. Operator hanya diberikan wewenang untuk mengelola dan memperbaiki jika terjadi kesalahan saat input kartu rencana studi, memperbaiki ulang jika dosen salah memasukan nilai, memasukan jadwal kuliah, dan kesalahan pengisian biodata.

“Perihal pemberian sosialiasasi tersebut, itu merupakan kebijakan pimpinan. Pimpinan harusnya memberikan sosialisasi ke dosen bagaimana cara menginput nilai. Kemudian  sosialiasasi mengenai fitur-fitur di simak yang belum dilaksanakan agar portal akademik mahasiswa tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan bahwa sejak awal menggunakan simak berbasis online, belum ada sosialisasi secara menyeluruh kepada seluruh dosen hanya pelatihan kepada operator yang diberikan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN SGD Bandung. Pendampingan juga harus dilakukan kepada fakultas-fakultas yang baru menggunakan Simak online.

Mahasiswa Jurusan Manajemen semester III, Fajar Setiaji mengungkapkan bahwa permasalahan ini terjadi saat dirinya duduk di semester dua. Hal tersebut dirasa merugikan mahasiswa karena menghambat dalam pendaftaran beasiswa, dimana mahasiswa tidak dapat mengambil transkip nilai dari portal akademik dikarenakan nilai yang tidak dimasukan.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

“Saya pribadi merasa kurang puas akan pelayanan yang diberikan oleh pihak fakultas, karena bagaimanapun memasukan nilai ke portal akademik itu penting dan akan berimbas pada pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online,” papar Fajar Setiaji, Rabu (22/11/2017)

Menurut pria yang akrab disapa Aji ini, jika permasalahannya dosen tersebut gagap teknologi dan tidak mengerti. Maka solusinya diberikan sosialisasi dan pelatihan, karena dengan adanya pelatihan yang tidak terbiasa akan terbiasa menggunakan sistem baru tersebut.

 

Reporter : Elsa Yulandri

Redaktur : Hasna Salma

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas