Lintas Kampus

Membedah Konten Media Alternatif

Art Direction Mojok.co, Ega Fansuri bersama Peneliti data Remotivi, Fariz Dzaki sebagai pembicara dalam diskusi ‘Takis : Talk About Grafis’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Grafis Fikom (KGF) Universitas Padjajaran di Aula Moestopo Fikom Unpad, Jatinangor, Rabu (6/12/2017) (Asep Aang Hidayat / SUAKA)

 

SUAKAONLINE.COM – Karya jurnalistik bukan hanya sebuah tulisan belaka, Ilustrasi dan konten audiovisual merupakan pendukung karya jurnalistik yang mutlak . Inilah yang dibahas dalam diskusi ‘Takis : Talk About Grafis’ yang di selenggarakan oleh Komunitas Grafis Fakultas Ilmu Komunikasi (KGF) Universitas Padjajaran di Aula Moestopo, Rabu (6/12/2017).

Bertajuk ‘bedah ilustrasi, infografis, dan video essay’, diskusi ini membahas desain grafis dalam Industri media alternatif yang menjadi primadona kaum millenial yang melek media. Art Director Mojok.co, Ega Fansuri dan Peneliti data Remotivi, Fariz Dzaki didaulat untuk menjadi pembicara.

Mojok.co dikenal sebagai media alternatif yang didalamnya berisi essay  dan konten ilustrasi yang menggelitik, bahkan satir. Sementara Remotivi, merupakan organisasi nirlaba yang fokus pada pengkajian media dan disebarluaskan. Akhir-akhir ini Remotivi makin dikenal oleh khalayak berkat unggahannya di media sosial YouTube tentang Wajah kota dalam Meikarta yang telah ditonton oleh setengah juta pengguna.

Ega Fansuri menjelaskan bahwa ilustrasi di mojok mempunyai ciri khas tersendiri yaitu ilustrasi berdiri sendiri dengan mengambil dari bahan visual yang sudah ada, memakai warna warna pastel, dan dikombinasikan. “ Jadi kan itu aneh gak jelas. Tapi itulah ciri khas kami, banyak yang suka,” ujar pria berambut gondrong itu.

Ia menambahkan bahwa seaneh apapun gambar yang dibuat oleh mojok, tidak akan ada yang protes. “Mau gambar apapun, seaneh apapun, gak akan ada yang protes. Pembacanya oke oke aja,” ucapnya dengan tawa.

Baca juga:  Bawaslu Ajak Mahasiswa Sukseskan Pemilu

Sementara itu, Fariz Dzaki menuturkan jika Remotivi bukanlah sebuah media, tapi merupakan watchdog. “Orang menganggap Remotivi itu media, padahal Remotivi itu adalah wathcdog, intinya sebuah organisasi nirlaba yang fokus mengkaji media,” ujarnya.

Ia juga membenarkan semenjak video wajah kota dalam Meikarta jadi viral, subscribers YouTubenya pun bertambah. “Betul, sejak video itu jadi rame. Subscribers jadi nambah. Tapi Remotivi bukan cuma di YouTube, tapi juga punya website nya. Dan itu juga pengunjung nya bertambah,” ungkapnya

Menurut Fariz  dalam membuat konten video, semua unsur yang terlibat harus paham isu yang dikemukakan. “Semua yang masuk project sebuah video, semua nya harus paham sama isu. Termasuk editor video. Jika tidak, yaa tidak maksimal tujuan yang dibuat,” pungkasnya.

 

Reporter : Aang Hidayat

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas