Kampusiana

Aksi Kamisan UIN Bandung, Pusat Perlawanan Bandung Timur

Massa aksi yang tergabung dalam Aksi Kamisan UIN Bandung melakukan Aksi Kamisan di depan Rektorat, UIN SGD Bandung, Kamis (7/12/2017). Aksi Kamisan pertama ini mengangkat tema “Sambut Hari HAM Internasonal”. (Rafi Fachmi/ Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM – Kamis sore tidak seperti biasanya, orang-orang berkumpul memakai pakaian serba hitam dengan membawa payung berteriak ‘Jangan Diam! Lawan!’ disela-sela orasinya di depan Rektorat UIN SGD Bandung, Kamis (7/12/2017). Selain membawa payung hitam massa aksipun membawa spanduk-spanduk tentang kasus pelanggaran HAM.

Seperti spanduk-spanduk orang yang hilang, tragedi Mei 98, dan kasus penggusuran. Masa aksi yang tergabung dalam Aksi Kamisan UIN Bandung ini berorasi seputar pelanggaran HAM. Selain berorasi mereka juga bernyanyi dan membacakan puisi. Aksi kamisan ini merupakan aksi perdana di kampus UIN SGD Bandung dengan mengangkat tema ‘Sambut Hari HAM Internasional.

Salah satu masa aksi, Bagas mengungkapkan jika di Bandung Timur belum ada pusat perlawanan untuk merawat semua kasus yang belum tuntas, isu-isu pelangaran HAM dan merawat jiwa kritis seorang mahasiswa. “Kamisan Bandung kan ada di Gasibu, sedangkan kita dari Bandung timur itu jauh, makannya kita bangun titik-titik kamisan di Timur,” ungkapnya.

Selain mengangkat isu-isu tentang pelanggaran HAM aksi kamisan ini juga mengangkat kasus-kasus yang terjadi di kampus UIN SGD. ”Jadi  kita selain mengangkat kasus HAM kita juga memasukan sedikit kasus-kasus yang ada dikampus ini Seperti UKT yang dulu aksi besar-besaran yang sekarang cuman diam nah adanya aksi kamisan ini untuk merawat itu untuk tetap hangat isunya,” ucapnya.

Dengan adanya aksi ini Bagas berharap pertentangan antar organisasi ektra dan intra yang masih kuat di kampus ini dapat bersatu dalam  satu suara. “Jika isu-isu ini dilawan hanya oleh satu kubu maka akan terus bergulir kasus-kasus lain yang akan menindas mahasiswa dan sivitas akademik UIN SGD Bandung. Aksi kamisan ini jadi corong perlawanan bersama, corong bersuara bersama,” tambahnya.

Baca juga:  Menyiasati Musik Anak  Tetap Hidup

Aksi Kamisan Kampus UIN SGD Bandung ini bukan merupakan Aksi kamisan pertama di kampus karena sebelumnya ada di UNPAD namun sekarang sudah tidak berlanjut. Aksi Kamisan ini pun mendapat apresiasi dari Aksi Kamisan Bandung. Aksi ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bersuara bersama dan melawan.

 

Reporter : Rafi Fachmi

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas