Lingkungan dan Kesehatan

Cheerful Trip, Merawat Semangat Anak Pejuang Kanker

Anak-anak Yayasan Kanker Anak Kasih Indonesia (YKAKI) berfoto bersama dengan orang tua dan tamu undangan di depan pintu masuk Kota Mini dalam kegiatan Cheerful Trip yang diselenggarakan oleh Open Trip App di Floating Market, Lembang, Rabu (7/2/2018). Siti Elva / Suaka.

SUAKAONLINE.COM – Open Trip App yang bekerjasama dengan Yayasan Kanker Anak Kasih Indonesia (YKAKI) mengadakan acara bertajuk “Cheerful Trip”, sebuah rangkaian perjalanan bagi anak penderita kanker di Floating Market Lembang, Rabu (7/2/2018) yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat para pejuang cilik dalam melawan kanker.

Acara yang dipandu dan dimeriahkan oleh dua Traveller, yakni Irham Faridh dan Rizal Agustin, menurut CEO Open Trip App, David Cuh Sihotang, menjelaskan bahwa ia bersama timnya sengaja merangkul YKAKI untuk melakukan perjalanan bersama anak penderita kanker, agar orang di luar sana menyadari pentingnya kesehatan yang kita miliki. “Hari kanker anak dunia itu tanggal 15 februari, untuk memperingati hari itu kita adakan trip ini, karena peran kita disini adalah penolong bagi mereka, memberikan kekuatan dan semangat, bahwa ini bukan akhir,” ucapnya.

Relawan YKAKI, Ulfah, mengatakan bahwa YKAKI sebagai yayasan kanker memang dikhususkan untuk anak penderita kanker yang membutuhkan rumah singgah selama menjalani tahap pengobatan. Karena jangka waktu penyelesaian kemoterapi yang cukup lama (minimal dua tahun) membuat waktu anak tersita cukup banyak. Sehingga, anak yang sedang menjalani kemoterapi dan tinggal di YKAKI tidak akan ketinggalan sekolah. Mereka tetap bisa bersekolah selama menjalani kemoterapi. YKAKI pun membantu meringankan pembiayaan dalam hal pengobatan bagi orang tua yang kurang mampu.

Adanya yayasan kanker terletak di Cicendo, Bandung ini membuat para orang tua dan pejuang cilik tidak merasakan bebannya sendirian, seperti yang diungkapkan oleh Rosa Kuriah. Kebersamaan dengan  teman seperjuangannya membuat orang tua Mudni Hesa ini terbant, baik dalam hal pengobatan maupun soal pendidikan.

Baca juga:  Hemat Energi dengan Bandung Semalam

Leukimia memang telah merubah sikap anaknya, dirinya mengakui bahwa anaknya yang masih kecil sudah sadar bahwa dirinya berbeda dengan anak kecil biasanya. “Mudni baru pulang kemo, jadinya gampang marah dan sering murung. Kalo kemo kan suka disuntikin obat ke badannya, efek obatnya macem-macem, ada yang bikin dia makan terus, ada juga yang bikin dia sering marah-marah,” ujar perempuan asal Cirebon ini.

Orang tua dari anak penderita Kanker, Rokayah, menceritakan bahwa anaknya yang masih di bawah lima tahun sudah menderita penyakit yang begitu berat. Kanker darah (leukimia) menimpa anaknya sejak usia tiga tahun. Faiz kecil sudah merasakan kanker selama satu setengah tahun dan masih terus menjalani pengobatan. Namun Rokayah tak pernah putus asa, baginya penyakit ini bukan alasan untuk dirinya bersedih. Meski dirinya sendiri tak tahu mengapa anaknya bisa menderita kanker, dukungan dan semangat dari orang tua adalah hal yang lebih penting dan dibutuhkan oleh seorang semua anak – anak penderita kanker.

 

Reporter : Indah Rahmawati

Redaktur : Nizar Al Fadillah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas