Kampusiana

Pengurus LPM SUAKA Periode 2018 Resmi Dilantik

Pemimpin Umum LPM Suaka Periode 2018, Rendy M Mutaqin (Kiri) dan Pemimpin Umum LPM Suaka Periode 2017, Isthiqonita menerima serah terima jabatan dalam acara pelantikan pengurus LPM Suaka di Aula lantai satu Gedung Student Center UIN SGD Bandung, Rabu (14/2/18) (Rafi Fahmi/Suaka)

SUAKAONLINE.COM- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka UIN SGD Bandung menggelar pelantikan pengurus LPM Suaka periode 2018 di Aula Lantai 1 Gedung Student Center (SC), Rabu (14/02/2018). Dengan mengusung tema ‘Membangun Kepengurusan yang Mandiri dan Profesional’, pengurus LPM Suaka dilantik oleh Wakil Rektor III yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kemahasiswaan, Saepudin.

Dalam sambutannya, Pemimpin Umum LPM Suaka Periode 2018, Rendy Muhamad Mutaqin mengatakan, saat ini tantangan untuk pers mahasiswa semakin bertambah, tidak hanya melulu tentang mencari narasumber, namun tentang pendanaan dari kampus yang minim sedangkan pengeluaran membeludak, dan tantangan terhadap kondisi saat ini dimana dalam era kebebasan informasi, ada banyak berita dan bahan bacaan yang tidak bermutu mengalahkan konten berita akurat yang mestinya menjadi pedoman bagi pembaca.

“Tantangan – tantangan tersebut adalah sesuatu yang harus dan pasti bisa dijawab oleh LPM Suaka. Kita hanya perlu bersabar dan terus setia terhadap kebenaran yang tengah kita perjuangkan,” ucap mahasiswa Jurusan Tasawuf Psikoterapi ini.

Selanjutnya, Pemimpun Umum LPM Suaka periode 2017, Isthiqonita mengucapkan selamat kepada pimpinan beserta jajaran kepengurusan LPM Suaka yang hari ini resmi dilantik. “Selamat berkarya, selamat menghindari godaan – godaan materi diluar sana, selamat berkeluarga menempuh hidup dengan deadline yang terus memburu dan teruslah anggap suaka sebagai keluarga,” jelasnya.

Selain ucapan selamat, dalam sambutannya Isthi menyampaikan keresahannya tentang keadaan kampus saat ini seperti alfanya Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) yang dari tahun 2014 sampai saat ini belum terbentuk. Padahal menurutnya kehadiran Dema-U sangatlah penting karena salah satu fungsinya untuk mengadvokasi mahasiwa, seperti dalam permasalahan penggolongan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Ketika mahasiswa lain telah mengartu kuning presiden, kita masih berkutat dengan peraturan organisasi (Dema-U) yang terus dipersoalkan,” keluh Isthi.

Baca juga:  BKI FAIR Sebagai Ajang Silaturahmi Dosen dan Mahasiswa

Kemudian dalam sambutannya yang mewakili Wakil Rektor III, selain mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru ia harap agar selalu bisa memberi amanah yang telah diemban. Saepudin memberi tanggapan pada persoalan minimnya dana yang diberikan kampus kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UIN SGD Bandung.

“Anggaran dari Kementrian Agama memang sangatlah terbatas, hanya kisaran M (milyar,-red), tak seperti kampus – kampus lain sudah berkisaran T (triliyun,-red).Tapi semoga dalam ketebatasan, akan lahir inovasi – inovasi baru agar Suaka tetap berjalan,” harapnya.

Reporter : Nizar Al Fadillah

Redaktur : Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas