Kampusiana

Pemilihan Dema UIN Bandung Siap Digelar Awal Maret

Gedung Rektorat O Djahronudin UIN SDG Bandung. (Windy Ratna Juwita/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) yang merupakan lembaga eksekutif tertinggi di UIN SGD Bandung kini memasuki masa persiapan Pemilu Mahasiswa (Pemiluma). Setelah vakum selama tiga tahun, akhirnya Senat Mahasiswa (Sema) UIN SGD Bandung rencanakan Pemilu Raya Mahasiswa akan diselenggarakan awal Maret mendatang. Persiapan tersebut bentuk tindaklanjut dari SK Dirjen Nomor 4961 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Ketua Senat Mahasiswa UIN SGD Bandung, Acep Jamaludin mengungkapkan bahwa pihak internal Sema-U telah mengadakan rapat tentang pembahasan pemilihan Dema-U dan dilanjutkan dengan rapat pimpinan dengan Senat Mahasiswa Fakultas (Sema-F) untuk pembeitahuan terkait hal tersebut pada Senin (5/2/2018) lalu. Tidak hanya dengan Sema-F, rapat mengenai pemilihan Dema-U juga diadakan denagn beberapa UKM/UKK untuk berdemokrasi mengenai teknis pemilihan.

Sebelum Pemilu Mahasiswa diselenggarakan, Sema-U akan menggelar Musyawarah Perwakilan Mahasiswa (MPM) yang akan dilaksanakan Senin (19/2/2018) dimana melibatkan pihak internal mahasiswa. Dalam musyawarah tersebut akan dibahas beberapa teknis pemilihan dan akan dibentuk Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang nantinya akan menjadi petugas pada pemilihan Dema-U.

“Petugas KPUM bukan berasal dari pengurus organisasi internal. Melainkan akan dilakukan Open Rectruitmen selama satu minggu bagi siapa saja mahasiswa yang ingin menjadi KPUM,” tutur Acep, Selasa (13/2/2018).

Ketua Umum Sema-U melanjutkan, perihal pencalonan Dema-U akan diusung secara individu, dibebaskan kepada mahasiswa yang ingin mencalonkan asalkan memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan. Mengenai persyaratan calon Dema-U, Ia mengatakan bahwa ada 13 syarat yang harus dipenuhi.

“Beberapa diantaranya seperti IPK harus di atas 3,25, mendapat surat rekomendari dari rektor, melampirkan surat aktif kuliah, surat kelakuan baik dari kampus, membuat visi misi, dan tes intelegensi apakah dia itu lulus atau tidak secara kepemimpinan, dan lain sebagainya,” jelas Ketua Sema-U.

Baca juga:  Tanggapi Video Pemukulan, Ratusan Ojol Sambangi Pangkalan Ojek Cipadung

Acep Jamaludin meminta mahasiswa harus kritis dalam menghadapi Pemilu mahasiswa ini. Pasalnya, pemilihan pimpinan mahasiswa tingkat universitas sangat berdampak penting bagi keberlangsungan organisasi kemahasiswaan kedepannya. Ia juga menambahkan bahwa informasi mengenai pemilihan Dema-U ini akan diumumkan kepada seluruh elemen organisasi intra kampus baik melalui Sema-F, Dema-F, hingga HMJ.

Selanjutnya, mahasiswa Jurusan Sosiologi tersebut menjelaskan mekanisme pencalonan Dema-U, dimana dalam mekanismenya itu adalah perwakilan dan nantinya akan ada Daerah Pilihan (Dapil). Pencalonannya diusung secara individu, artinya calon harus mengajukan dirinya bukan diajukan. “Lalu untuk tahapan seleksi,  ada tahapan verifikasi ketika dia lolos menjadi calon dia itu dipilih lewat jurusan. Jadi setiap individu di jurusan itu bisa memilih. Nah, nanti hasilnya itu diwakilkan oleh ketua HMJ untuk dipersidangkan bahwa jurusan ini memilih siapa,” jelasnya.

Karena telah vakum selama tiga tahun, pembentukan Dema-U ini mengalami beberapa kendala. Ketua Umum Sema-U, Acep Jamaludin mengungkapkan, kendala tesebut baik dari internal kampus maupun eksternal kampus. Pertama, kurangnya dukungan dari birokrasi baik dari materi dan sebagainya. Kedua, banyaknya undangan yang harus dihadiri dari organisasi nasional maupun internasional. Ketiga, sulitnya membenahi posisi organisasi intra kampus untuk bisa sejalan dengan Sema-U karena organ intra kampus memiliki otonomi organisasi sendiri.

Ketua Umum Sema FISIP, Muhammad Yudhistira Alisanda menanggapi persiapan pembentukan Dema-U. Ia mengatakan, untuk FISIP sendiri persiapannya sudah dikoordinasikan dengan pimpinan-pimpinan di HMJ dan Dema FISIP. “Di FISIP sendiri persiapannya sudah 70 persen, ya belum semuanya,” pungkasnya, Kamis (15/2/2018).

Yudhistirapun menuturkan harapannya untuk Dema-U kedepannya. “Saya berharap Dema-U bisa menaungi seluruh mahasiswa, bisa membawa nama UIN SGD Bandung sendiri dikancah nasional, bisa merangkul organisasi intra yang lain khususnya lembaga eksekutif, dan tidak memasukan kepentingan-kepentingan golongan yang ada di belakang ke dalam universitas,” tuturnya.

Baca juga:  Dihadiri 19 Delegasi dari Universitas se-Indonesia, FORMASAA Gelar Seminar Nasional

 

Reporter: Windy Ratna Juwita/ Magang           

Redaktur: Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas