Lingkungan dan Kesehatan

Walhi : Bukan Hanya Manusia yang Terdampak Bahaya Asbes

(dari sebelah kanan) Dinas kesehatan kota Bandung Henny R Ningtyas dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan sedang memaparkan bahanya penggunaan asbes dalam seminar Bandung Sehat Tanpa Asbes yang dimoderatori oleh Sekretaris Umum LPM Suaka, Puji Fauziah, Selasa,(13/2/2018) di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung (Fani Nabilah Farsi/Suaka)

SUAKAONLINE.COM-“Bukan hanya manusia saja, hewan dan tumbuhan juga bahaya jika terkena bahan asbes,” ucap Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan dalam acara Bandung Sehat Tanpa Asbes di Gedung Indonesia Menggungat, Selasa (13/2/2018). Acara yang diinisiasi oleh Indonesia BAN Asbestos Network (INA-BAN) sekaligus menyuarakan kepada masyarakat agar lebih sadar akan bahaya yang diakibatkan oleh bahan material asbes.

Dadan mengungkap bahwa penggunaan asbes harus lebih dicermati karena pengkategorian limbahnya termasuk Limbah Bahan Berhaya dan Beracun atau B3 yang bukan hanya berdampak pada manusia saja, namun pada makhluk hidup lainnya, baik hewan ataupun tumbuhan. “karena kategorinya adalah limbah bahan berbahaya beracun atau B3, jadi kalau kita rujuk peraturan pemerintah No. 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah berbahaya beracun, racun itu yang menyebabkan kanker kemudian paru-paru dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Saat ini ada empat jenis asbes yang beredar dipasaran antara lain asbes putih, asbes biru, asbes cokelat, dan asbes abu-abu. “Di dalam pembangunan industri asbes putih masih digunakan di bandingkan asbes cokelat dan abu-abu, sedangkan asbes biru sudah dilarang penggunaannya,” ujarnya.

Dadan pun menjelaskan, di Indonesia wilayah yang paling banyak menjadi konsumen asbes itu berada di pulau Sumatera dan Jawa, sedangkan negara paling banyak yang menjadi produsen dan konsumen asbes ada di Tiongkok.

Baca juga:  Aksi Kamisan UIN Bandung: Stop Kekerasan Terhadap Warga dan Jurnalis

Penanggulangan

Cara penanganan asbes, menurut Dadan, dengan tidak mencampur material lainnya, disimpan dengan wadah tertutup, buang limbahnya di lokasi khusus dan yang paling penting jangan dimusnahkan dengan cara dibakar. Jika di dalam rumah sudah terlanjur menggunakan asbes, jangan langsung dihancurkan karena partikelnya berbahaya, namun cukup lapisi saja dengan cat berbahan aman. “Untuk pencegahan yang paling efektif ialah menghindari bahan-bahan berbahan asbes,” lanjut Dadan.

Terkait masalah asbes, Dinas Kesehatan kota Bandung, Henny R Ningtyas mengungkapkan, sangat berbahayanya asbes bagi kesehatan manusia terutama dalam organ pernafasan, “Asbes merupakan ancaman serius bagi kesehatan, jika ingin memakai atap rumah sebagai asbes lebih baik dipikirkan lagi untuk jangka panjangnya,” ujar Henny saat menyampaikan materi kedua di Gedung Indonesia Menggugat (GIM).

Dinas kesehatan kota Bandung belum mengeluarkan edaran khusus mengenai pelarangan penggunaan asbes, karena memang dari pusatnya belum ada pelarangan. Kalau seperti pelarangan penggunaan sterofom itu sudah ada dari kebijakannya dari pusatnya, kata Henny Selasa (13/02/2018).

Kemudian Heny mengatakan, ternyata zat yang ada didalam rokok juga terkandung bahan asbes yang berbaya ini.“Di rokok itu ada kandungan silika, silika ini adalah unsur dari asbes dan itu memang sangat berbahaya,” ujar Henny.

Terakhir Henny berpesan bahwa kita sebagai masyarakat sama-sama berkampanye ternyata asbes itu ada dalam kandungan rokok, “Jadi tolong kita sama-sama bisa menjaga diri kita masing-masing jika bapak-bapak merokok, tidak merokok didekat yang kita cinta supaya tidak menularkan asap rokoknya terutama anak-anak,” pungkas Henny diakhir acara.

Reporter : Fani Nabilah Farsi

Redaktur : Nizar Al Fadillah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas