Kampusiana

UIN Bandung Wacanakan Pengakreditasian UKM/UKK

 

 

Dok. Suaka

 

SUAKAONLINE.COM- Rapat pimpinan yang diadakan oleh pimpinan-pimpinan rektorat dan dihadiri juga oleh Senat Mahasiswa UIN SGD Bandung (Sema-U) pada Januari lalu menghasilkan keputusan  berupa wacana pengakreditasian Unit Kegiatan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Khusus (UKM/UKK)

Ketua Senat Mahasiswa (Sema) UIN SGD Bandung, Acep Jamaludin, mengatakan bahwa pengakreditasian UKM/UKK sampai saat ini memang masih dalam tahap wacana dan belum ditetapkan perihal kapan pelaksanaanya. Ia menambahkan tujuan diadakannya pengakreditasian tersebut adalah menggiatkan kembali UKM/UKK yang sudah ada agar lebih eksis dan beprestasi.

Terkait dengan prosedur pengakreditasian , Mahasiswa Jurusan Sosiologi tersebut mengatakan, birokrasi menyerahkan kepada Sema-U sebagai fungsi controlling, yang akan dilakukan oleh Divisi Minat Bakat Sema-U. Kemudian ditetapkan diinternal Sema-U terlebih dahulu.  Selanjutnya, ketika sudah mendapatkan akreditasi, selanjutnya diserahkan ke birokrasi untuk dikaji sebagai tembusan. Setelah akreditasi dilakukan, maka akan mudah dalam membuat aturan baru, salah satunya dalam memposisikan anggaran dan lain sebagainya.

“Sekarang UKM yang produktif dengan yang tidak sama saja. Kalau ada akreditasi nanti enak, misalnya ketika UKM yang kurang atau gak pernah ngadain kegiatan akreditasinya C, terus UKM yang secara kegiatan jelas dan sering juara membawa nama UIN itu akreditasi A. Itu enak nantinya pun posisi anggaran dan lain sebagainya pun bisa diatur kembali,” jelasnya. Selasa (20/2/2018).

Acep pun menyampaikan bahwa kriteria UKM/UKK dikatakan produktif salah satunya bisa di lihat terlebih dahulu kontribusinya baik dalam meningkatkan minat bakat mahasiswa ataupun membawa nama baik kampus, kemudian secara eksistensi sudah baik dan banyak diketahui mahasiswa keberadaanya. Sehingga secara pengkaderan dan kegiatan pun akan jelas.

Ketua Divisi Minat dan Bakat Sema-U, Sayyidina Umar Tanjung, berpandangan bahwa wacana pengakreditasian tersebut melahirkan kata sepakat dan tidak sepakat. Ia sepakat ketika berbicara dari segi budgeting. Karena saat ini ada UKM yang produktif yang berusaha mati-matian untuk mengembangkan UKM-nya, dimana ketika mengadakan sebuah event mengeluarkan dana yang cukup besar. Sementara ada UKM/UKK lain yang tidak ada atau kurang kegiatannya, disamakan anggarannya.

Baca juga:  Serah Terima Gedung Sport Center Bank BJB Syariah - UIN Bandung

Perihal ketidaksepakatannya, Umar pun mengatakan bahwa jangan sampai wacana pengakreditasian tersebut terealisasi, akan tetapi controling dari birokrasi jarang atau tidak ada sama sekali. Sehingga ketika menetapkan akreditasi tersebut birokrasi tidak pernah mengawasi UKM/UKK secara langsung.

“Maksud saya, ya janganlah tiba-tiba birokrat yang gak pernah ngecek secara langsung tiba-tiba ngejudge bahwa UKM/UKK ini tidak produktif,” Ujarnya saat diwawancai Suaka di lantai tiga Student Center UIN SGD Bandung, Kamis (15/2/2018)

Ketua bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) UKM Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM), Muhammad Aji Wicaksono mengamini perihal harapan dalam prosedur pengakreditasian nanti, jangan sampai tidak ada controlling sama sekali dari birokrasi secara langsung dan hanya dilihat dari keaktifan sekrenya saja, sehingga dengan begitu mudah menetapkan akreditasi UKM/UKK, harus banyak pertimbangan dalam penetapannya.

Mahasiswa Jurusan Manajemen tersebut mengutarakan yang menurutnya bisa menjadi kriteria UKM/UKK yang produktif. “Pertama, melihat dari program kerja yang terlaksana. Lalu, apakah bisa menaungi minat bakat mahasiswa yang ada di UKM/UKK tersebut. Selanjutnya, kegiatannya gak hanya intern sendiri tapi mencakupi semua mahasiswa UIN, terus dari sekre harus rame dan ada kegiatannya. Dan, dilihat dari prestasi-prestasi yang dicapai,” jelasnya.

Kepala bagian Kemahasiswaan, Wawan Gunawan, mengatakan perihal wacana pengakreditasian UKM/UKK, pihak birokrasi sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Sema U. “Terkait pelaksanaan pengakreditasian UKM/UKK itu saya sudah menyerahkan segala sesuatunya kepada Sema-U, jadi ya menunggu keputusan dari Sema U saja,” jelas Wawan saat ditemui Suaka di Ruang Bagian Kemahasiswaan lantai empat  Gedung Al-Jami’ah

Reporter : Siti Ressa/Magang

Redaktur: Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas